PADANG – Gubernur Mahyeldi Ansharullah memaparkan capaian dan arah pengembangan ekonomi serta keuangan syariah di Sumatera Barat dalam rapat bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (11/5/2026).
Rapat strategis tersebut juga menghadirkan pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan secara virtual. Sejumlah pemangku kepentingan turut mengikuti agenda ini, mulai dari jajaran OPD Pemprov Sumbar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bank Nagari, hingga BUMN dan instansi vertikal lainnya.
Penguatan Regulasi dan Arah Kebijakan Syariah
Dalam pemaparannya, Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat integrasi kebijakan ekonomi syariah melalui regulasi daerah dan program pembangunan yang terarah.
Ia menyoroti implementasi Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 tentang RKPD serta penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (RAD-PKS) yang menjadi panduan utama pembangunan sektor tersebut.
Mahyeldi menekankan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berperan sebagai sektor pendukung, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan daerah yang selaras dengan nilai adat dan agama melalui konsep ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah).
Penguatan Ekosistem Halal dan Kawasan Syariah
Pemprov Sumbar mendorong percepatan ekosistem halal melalui pengembangan kawasan Halal Life Style di area Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi ekonomi syariah, pembinaan generasi muda, serta pusat aktivitas sosial berbasis nilai Islam.
Pemerintah daerah juga menggerakkan berbagai program keagamaan seperti Subuh Mubarok, kegiatan itikaf, program kurban dan sedekah produktif, hingga ceramah rutin. Selain itu, Pemprov menghadirkan program KLIK MEMO atau Klinik Konsultasi Motivasi Muda Berkarakter untuk memperkuat karakter generasi muda.
Pariwisata Halal Tumbuh Pesat
Mahyeldi menegaskan sektor pariwisata Sumatera Barat terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring penguatan konsep wisata halal. Saat ini, Sumbar mengelola 566 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Ia menyebut Sumatera Barat berhasil masuk tiga besar destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Peningkatan jumlah wisatawan terjadi secara konsisten seiring penguatan layanan, budaya, dan fasilitas berbasis nilai lokal serta syariah.
Inklusi Keuangan Syariah Capai 92 Persen
Di sektor keuangan, Mahyeldi memaparkan tingkat inklusi keuangan syariah di Sumbar pada 2025 telah mencapai 92,14 persen. Angka tersebut menunjukkan masyarakat semakin aktif menggunakan layanan keuangan berbasis syariah.
Ia juga menyoroti pertumbuhan Unit Usaha Syariah Bank Nagari yang terus meningkat dari sisi pembiayaan maupun Dana Pihak Ketiga (DPK). Bank ini mengoperasikan lima kantor cabang dan 123 layanan syariah yang menjangkau masyarakat lebih luas.
Rencana Penerbitan Sukuk Daerah
Pemprov Sumbar saat ini menyiapkan penerbitan sukuk daerah sebagai instrumen pembiayaan alternatif. Mahyeldi menilai skema ini mampu menjawab keterbatasan fiskal daerah sekaligus membuka ruang investasi berbasis syariah.
Ia menegaskan sukuk daerah akan memperkuat pembiayaan pembangunan tanpa terlalu bergantung pada skema konvensional.
Penguatan Literasi dan Digitalisasi Ekonomi Syariah
Pemprov Sumbar juga memperluas literasi ekonomi syariah melalui forum nasional dan internasional seperti Seminar Wakaf Internasional serta World Islamic Entrepreneur Summit (WIES).
Selain itu, pemerintah daerah mengembangkan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS), serta digitalisasi transaksi berbasis QRIS Syariah di masjid dan pelaku UMKM.
Mahyeldi menegaskan seluruh program tersebut bertujuan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai pusat industri halal di wilayah Sumatera dan kawasan barat Indonesia.
“Kami terus mendorong Sumatera Barat menjadi pusat ekonomi syariah yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









