China Naikkan Harga BBM di Tengah Gejolak Minyak Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah China resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar mulai Sabtu, 9 Mei 2026. Kebijakan tersebut muncul setelah harga minyak mentah dunia kembali bergerak fluktuatif akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi global.

Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China (NDRC) mengumumkan kenaikan harga bensin sebesar 320 yuan per ton atau setara sekitar USD46,7. Sementara itu, harga solar naik 310 yuan per ton.

Langkah tersebut menjadi penyesuaian terbaru setelah sebelumnya pemerintah China menurunkan harga produk minyak olahan pada 21 April 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, pasar energi internasional kembali mengalami tekanan sehingga mendorong pemerintah melakukan revisi harga.

Volatilitas Harga Minyak Picu Penyesuaian

Pergerakan harga minyak dunia terus menunjukkan ketidakpastian sejak awal kuartal kedua tahun ini. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, gangguan distribusi energi, serta ketegangan di jalur pelayaran strategis membuat pasar minyak bergerak sangat dinamis.

Selama 10 hari kerja terakhir, rata-rata harga minyak mentah internasional tercatat lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah China untuk menaikkan harga BBM domestik.

Analis energi menilai kebijakan China tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri, tetapi juga melindungi industri pengolahan minyak dari tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

Baca Juga :  Bawang dan Cabai Ilegal Diselundupkan, Mentan Ungkap Dugaan Jaringan Mafia Pangan

China sebagai konsumen energi terbesar dunia memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga minyak global. Setiap perubahan kebijakan energi negara tersebut sering memicu reaksi pasar internasional, termasuk di kawasan Asia.

Ketegangan Global Perkuat Tekanan Pasar Energi

Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelancaran distribusi minyak dunia. Jalur tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah global sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi harga energi internasional.

Selain faktor geopolitik, permintaan energi dari sektor industri China juga mulai meningkat setelah aktivitas manufaktur menunjukkan pemulihan. Kondisi itu ikut memperbesar kebutuhan impor minyak mentah.

Beberapa negara importir energi di Asia kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga minyak dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan harga BBM di China juga berpotensi memberi efek lanjutan terhadap biaya logistik dan distribusi barang di kawasan regional.

Dampak bagi Ekonomi Kawasan Asia

Kenaikan harga BBM di China diperkirakan memengaruhi sektor industri, transportasi, hingga perdagangan internasional. Biaya operasional perusahaan logistik dan manufaktur berpotensi naik apabila tren harga minyak dunia terus berlanjut.

Baca Juga :  Mulai Berlaku! Pemkab Kerinci Batasi Pembelian BBM Subsidi

Negara-negara Asia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi juga menghadapi risiko tekanan inflasi. Harga barang konsumsi dapat meningkat apabila biaya distribusi dan produksi mengalami kenaikan.

Di sisi lain, negara produsen minyak berpeluang memperoleh keuntungan lebih besar dari kenaikan harga energi global. Namun, kondisi tersebut tetap menyimpan risiko apabila konflik geopolitik semakin meluas dan mengganggu stabilitas perdagangan dunia.

Pemerintah China Jaga Stabilitas Pasar

Pemerintah China menegaskan akan terus memantau perkembangan harga minyak internasional untuk menjaga keseimbangan pasar domestik. Otoritas energi setempat juga meminta perusahaan minyak nasional menjaga ketersediaan pasokan BBM agar distribusi tetap berjalan normal.

Langkah penyesuaian harga tersebut menunjukkan upaya China mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang belum mereda. Kebijakan energi Beijing diperkirakan masih akan menjadi perhatian utama pasar internasional dalam beberapa waktu ke depan.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru terkait kondisi geopolitik dunia dan arah kebijakan energi negara-negara besar. Apabila ketegangan global terus meningkat, harga minyak mentah internasional berpotensi kembali mengalami lonjakan dalam waktu dekat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU
IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Global Masih Serbu Aset Aman
India Bidik Hilirisasi Gambir Sumatera Barat, Mahyeldi Dorong Investasi
Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02%, Mahyeldi Soroti Pengangguran dan Inflasi
Ekonomi Syariah Sumbar Ditargetkan Jadi Pusat Industri Halal
Menabung Bergeser ke Bank Digital, Banyak Rekening Mulai Ditinggalkan
Penjualan Mobil Tiba-Tiba Meledak April 2026, Pasar Otomotif RI Pulih Kencang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:09 WIB

IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Global Masih Serbu Aset Aman

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:51 WIB

India Bidik Hilirisasi Gambir Sumatera Barat, Mahyeldi Dorong Investasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:12 WIB

Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02%, Mahyeldi Soroti Pengangguran dan Inflasi

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

Oplus_0

Market

Rama Indonesia Kuasai DPUM Usai Akuisisi Saham PPI

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB