JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kurs referensi Bank Indonesia atau JISDOR menempatkan posisi dolar AS di kisaran Rp17.405 per dolar AS. Angka tersebut masih berada dekat level tertinggi sepanjang sejarah pelemahan rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terhadap rupiah terus muncul akibat sentimen global dan tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta kondisi geopolitik internasional yang memicu penguatan mata uang dolar.
Rupiah Bergerak Fluktuatif
Data perdagangan menunjukkan rupiah sempat bergerak di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah platform pemantau kurs juga mencatat pergerakan USD/IDR masih sangat volatil sepanjang awal Mei 2026.
Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Otoritas moneter bahkan memperketat aturan pembelian dolar AS di dalam negeri guna menahan tekanan terhadap mata uang Garuda.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai rupiah sebenarnya masih undervalued atau berada di bawah nilai fundamental ekonomi Indonesia. Karena itu, BI berupaya menjaga stabilitas pasar melalui intervensi di pasar spot maupun non-deliverable forward (NDF).
BI Perketat Pembelian Dolar AS
Bank Indonesia kini memperketat aturan pembelian dolar AS oleh masyarakat dan pelaku usaha. BI menurunkan batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung menjadi lebih kecil dibanding aturan sebelumnya. Langkah ini bertujuan mengurangi aktivitas spekulatif di pasar valas domestik.
Kebijakan tersebut muncul setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.445 per dolar AS pada awal Mei 2026. Posisi itu menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang tahun ini.
Analis menilai tekanan terhadap rupiah belum akan mereda dalam waktu dekat. Pasar global masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed serta perkembangan tensi geopolitik internasional yang mempengaruhi arus modal ke negara berkembang.
Kurs Bank dan Pasar Spot Berbeda
Nilai tukar dolar AS di setiap bank juga menunjukkan angka berbeda. Kurs jual dan beli di perbankan mengikuti kondisi pasar serta kebutuhan transaksi masing-masing lembaga keuangan.
Beberapa bank besar mencatat kurs jual dolar AS berada di atas Rp17.400 per dolar AS pada awal Mei 2026. Sementara kurs beli bergerak sedikit lebih rendah.
Selain bank, masyarakat juga dapat memantau kurs melalui layanan konverter mata uang dan platform perdagangan global. Sejumlah layanan mencatat kurs harian USD/IDR masih bertahan di area Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.
Faktor Global Jadi Penekan Utama
Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama pelemahan rupiah. Investor global masih memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang ikut tertekan, termasuk rupiah.
Meski begitu, Bank Indonesia optimistis stabilitas rupiah tetap terjaga. Pemerintah dan bank sentral juga terus menjaga arus investasi serta likuiditas pasar keuangan domestik agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









