Konflik Iran-Israel Guncang Perdagangan RI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ketegangan antara Israel dan Iran dapat mengguncang perdagangan Indonesia. Sementara itu, risiko inflasi barang impor, terutama produk dari Timur Tengah, juga meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menekankan bahwa Indonesia akan merasakan dampak paling cepat pada rute perdagangan ke Timur Tengah. Selain itu, Iran menutup Selat Hormuz dan melarang kapal komersial mendekat, sehingga menambah tekanan pada logistik nasional.

“Gangguan ini bisa menaikkan biaya perdagangan karena premi asuransi meningkat. Selain itu, jumlah kapal yang bisa melintas ke Timur Tengah, Eropa, dan Afrika berkurang,” ujar Shinta, Minggu (1/3/2026). Dengan kata lain, Indonesia akan merasakan efek ini dalam beberapa hari hingga 2–3 pekan, tergantung perkembangan konflik.

Baca Juga :  Menantea Tutup Permanen 25 April 2026, Jerome Polin Ungkap Penyebabnya

Selain dampak langsung, Shinta menyoroti potensi inflasi domestik. Harga barang impor, seperti minyak dan kurma, diperkirakan akan naik. Terlebih lagi, permintaan di dalam negeri meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Shinta mendorong pemerintah meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. “Stabilitas makro harus tetap terjaga agar pertumbuhan tidak terganggu. Oleh karena itu, pemerintah harus memonitor fundamental ekonomi dan menciptakan stimulasi yang mendukung ekspor serta penanaman modal asing,” tambahnya.

Baca Juga :  Rupiah Rebound! Dolar AS Tergelincir ke Rp17.125 di Awal Perdagangan

Konflik memuncak ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Teheran pada 28 Februari 2026 dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kemudian, pemerintah Iran mengumumkan kematiannya melalui media resmi dan kantor berita Tasnim.

Eskalasi ini tidak hanya mengganggu perdagangan, tetapi juga dapat memengaruhi harga minyak global, cadangan devisa, neraca pembayaran, dan nilai tukar rupiah. Dengan demikian, Apindo berharap pemerintah bertindak cepat dan adaptif menghadapi situasi yang terus berkembang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru