Bali Berbenah, Money Changer Ilegal Ditekan demi Jaga Kepercayaan Wisatawan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BALI – Pemerintah Provinsi Bali memperketat pengawasan terhadap praktik money changer ilegal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga citra pariwisata Bali sekaligus melindungi wisatawan dari praktik penukaran uang yang merugikan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa praktik usaha penukaran valuta asing tanpa izin telah merusak kepercayaan wisatawan. Ia menyebut sejumlah oknum kerap melakukan kecurangan saat transaksi, sehingga mencoreng nama Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Kami tidak ingin citra Bali rusak hanya karena praktik ilegal seperti ini. Bali memiliki kekuatan budaya yang besar dan harus kita jaga bersama,” ujar Koster, Minggu (3/5/2026).

Money Changer Ilegal Ancam Kepercayaan Wisatawan

Koster menjelaskan bahwa Bali selama ini mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Kontribusi sektor ini bahkan mencapai lebih dari separuh devisa pariwisata nasional.

Namun, maraknya money changer ilegal menimbulkan risiko besar. Wisatawan bisa mengalami kerugian akibat kurs yang tidak transparan atau praktik penipuan. Jika kondisi ini terus terjadi, tingkat kepercayaan wisatawan berpotensi menurun.

Pemerintah daerah pun mengambil langkah tegas. Mereka akan meningkatkan pengawasan di kawasan wisata dan menindak pelaku usaha yang tidak memiliki izin resmi.

Baca Juga :  Bisnis MLM Cara Legal Raup Penghasilan dan Hindari Risiko

Perkuat Industri KUPVA BB yang Sehat

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan industri Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang legal. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem penukaran uang yang aman, transparan, dan terpercaya.

Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi, menyebut sektor ini memiliki peran penting dalam mendukung transaksi wisatawan asing.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa industri tersebut memiliki risiko tinggi terhadap penyalahgunaan keuangan, termasuk pencucian uang. Oleh karena itu, semua pihak perlu memperkuat penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

“Kami mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan aparat penegak hukum untuk memastikan industri ini berjalan sehat dan berintegritas,” jelasnya.

Sinergi dengan Bank Indonesia dan Aparat

Bank Indonesia juga ikut memperkuat pengawasan terhadap industri KUPVA BB. Lembaga ini menekankan pentingnya penataan sektor penukaran valuta asing agar wisatawan mendapatkan layanan yang aman dan mudah diakses.

Baca Juga :  Pemkab Bungo Tertibkan Ratusan Kotak Amal

Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan PPATK untuk menindak pelaku ilegal. Mereka juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan agar lebih memahami ciri-ciri money changer resmi.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan keuangan di Bali sekaligus menjaga reputasi destinasi wisata tersebut.

Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali

Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga mendorong diversifikasi ekonomi. Bali tidak ingin terus bergantung pada sektor pariwisata semata.

Koster menilai penguatan ekonomi kreatif dan digital menjadi langkah strategis untuk masa depan. Dengan dukungan ekosistem digital yang kuat, Bali bisa menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya menjaga citra Bali, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi daerah di tingkat global.

Dengan pengawasan ketat dan sinergi lintas lembaga, Bali optimistis dapat menciptakan industri penukaran valuta asing yang sehat. Langkah ini sekaligus memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung ke Pulau Dewata.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih Diuji Realita Bisnis, Mampukah Bertahan atau Hanya Formalitas?
Inflasi Kerinci Masih Tinggi, HIMSAK Soroti Lemahnya Tata Kelola Pangan
Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS pada 3 Mei 2026, Dolar Perkasa Tekan Pasar
Manufaktur RI Masih Ekspansif, Ekonom Minta Pemerintah Perkuat Fondasi Industri
Harga BBM 3 Mei 2026 Masih Stabil, Warga Bisa Bernapas Lega di Tengah Tekanan Harga Energi
Laba Solusi Bangun Indonesia Tembus Rp101 Miliar, Melonjak 111 Persen
Danantara Evaluasi Investasi Saham Ojol, Pemerintah Dorong Potongan Turun Jadi 8 Persen
Harga BBM RON 92 Berpotensi Naik, Bahlil Lahadalia Buka Opsi Penyesuaian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:00 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Diuji Realita Bisnis, Mampukah Bertahan atau Hanya Formalitas?

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:00 WIB

Bali Berbenah, Money Changer Ilegal Ditekan demi Jaga Kepercayaan Wisatawan

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:43 WIB

Inflasi Kerinci Masih Tinggi, HIMSAK Soroti Lemahnya Tata Kelola Pangan

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS pada 3 Mei 2026, Dolar Perkasa Tekan Pasar

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:00 WIB

Manufaktur RI Masih Ekspansif, Ekonom Minta Pemerintah Perkuat Fondasi Industri

Berita Terbaru