Pemkot Sungai Penuh dan OJK Perluas Akses Kredit UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menargetkan kebijakan ini langsung menyentuh pelaku usaha yang masih kesulitan mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan formal.

Langkah tersebut berjalan melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang kini difokuskan pada perluasan akses kredit, peningkatan literasi keuangan, serta integrasi data pelaku usaha kecil di daerah.

Fokus ke Akses Pembiayaan, Bukan Sekadar Program

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyebut pemerintah tidak ingin kerja sama dengan OJK berhenti pada tataran koordinasi atau program formalitas. Ia meminta seluruh pihak bergerak lebih teknis dengan membuka akses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM di Sungai Penuh masih bergantung pada modal terbatas karena belum tersentuh layanan perbankan. Kondisi itu membuat pertumbuhan usaha berjalan lambat.

“Kami ingin akses keuangan benar-benar terbuka. UMKM harus bisa masuk ke sistem perbankan, bukan hanya menjadi wacana inklusi keuangan,” kata Alfin.

Baca Juga :  ERB 2026 ke Mentawai Jadi Sorotan, Distribusi Rupiah Ungkap Tantangan Nyata Akses Keuangan Wilayah Kepulauan

Lembaga Keuangan Diminta Turun ke Lapangan

Pemkot Sungai Penuh melibatkan sejumlah lembaga keuangan dalam penguatan TPAKD, termasuk bank-bank nasional, bank daerah, serta lembaga pembiayaan mikro. Pemerintah meminta seluruh lembaga tersebut tidak hanya menunggu nasabah, tetapi aktif menjangkau pelaku usaha di tingkat kelurahan dan desa.

Sejumlah lembaga yang terlibat antara lain Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jambi, BPR Kerinci, Pegadaian, serta PNM ULaMM Syariah.

Pemkot meminta setiap lembaga memperluas skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter UMKM lokal, termasuk pembiayaan tanpa agunan untuk usaha kecil yang layak namun belum bankable.

TPAKD Didorong Kurangi Kesenjangan Akses Keuangan

TPAKD Kota Sungai Penuh kini memetakan sejumlah hambatan utama yang membuat masyarakat sulit mengakses layanan keuangan. Pemerintah mencatat masih ada kesenjangan literasi keuangan, keterbatasan akses digital perbankan, serta minimnya pendampingan usaha.

Untuk mengatasi hal itu, TPAKD mulai menyusun program yang lebih operasional, seperti pendampingan pengajuan kredit, pelatihan pengelolaan keuangan usaha, hingga pendataan UMKM yang belum masuk sistem perbankan.

Baca Juga :  Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor

UMKM Jadi Target Utama Kebijakan

Pemerintah daerah menempatkan UMKM sebagai sasaran utama dalam penguatan akses keuangan ini. Sektor ini dinilai paling terdampak oleh keterbatasan modal dan akses perbankan, meskipun memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi lokal.

Pemkot berharap peningkatan akses pembiayaan dapat mendorong pelaku usaha memperbesar skala bisnis, meningkatkan produksi, dan memperluas pasar.

Pemerintah Tekan Implementasi, Bukan Seremoni

OJK bersama Pemkot Sungai Penuh menekankan perlunya implementasi yang terukur di lapangan. Kedua pihak sepakat mengurangi kegiatan seremonial dan memperbanyak program yang berdampak langsung pada pelaku usaha.

Ke depan, TPAKD akan dievaluasi berdasarkan jumlah UMKM yang berhasil mengakses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan masyarakat, serta pertumbuhan kredit produktif di daerah.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap akses keuangan tidak lagi menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha di Sungai Penuh untuk berkembang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Berita Terbaru