Bank Mega Syariah Cetak Laba Rp79,97 Miliar, Tumbuh 51% di Kuartal I-2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bank Mega Syariah membukukan kinerja positif pada awal 2026. Bank syariah ini meraih laba sebelum pajak sebesar Rp79,97 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut melonjak lebih dari 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ini muncul dari penguatan bisnis pembiayaan, peningkatan pendapatan berbasis syariah, serta efisiensi operasional yang semakin membaik.

Pendapatan Tumbuh Didorong Pembiayaan

Bank Mega Syariah mencatat pendapatan setelah distribusi bagi hasil mencapai Rp191,60 miliar. Capaian ini naik lebih dari 20% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan pendapatan ini datang dari dua sumber utama, yaitu pendapatan piutang dan pendapatan bagi hasil. Pendapatan dari piutang naik signifikan menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9%. Sementara itu, pendapatan bagi hasil ikut naik 4,7% menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menegaskan perusahaan fokus menjaga keseimbangan bisnis. Ia menyebut bank terus mendorong pertumbuhan pembiayaan sekaligus mengendalikan biaya dana.

Baca Juga :  Laba MAP Group Melesat, MAPI dan MAPA Tumbuh Dua Digit di Kuartal I-2026

“Kami mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Kami juga memperkuat layanan melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem,” kata Hanie, Senin (4/5/2026).

Pembiayaan Tembus Rp9,26 Triliun

Dari sisi intermediasi, Bank Mega Syariah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp9,26 triliun. Nilai ini naik sekitar 7,2% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,64 triliun.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh dan menembus lebih dari Rp10 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan nasabah tetap terjaga di tengah persaingan industri perbankan syariah.

Margin Meningkat dan Efisiensi Menguat

Bank juga mencatat perbaikan margin. Net Imbalan (NI) naik menjadi 5,85% dari sebelumnya 4,04%. Kenaikan ini menunjukkan strategi pengelolaan aset dan liabilitas berjalan lebih optimal.

Efisiensi operasional ikut membaik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 76,90% dari 85,08% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan bank berhasil menekan biaya dan meningkatkan produktivitas.

Baca Juga :  Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun Kuartal I 2026, Naik 16,6 Persen

Permodalan Kuat dan Risiko Terjaga

Bank Mega Syariah menjaga permodalan tetap solid. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) berada di level 27,63%. Angka ini menunjukkan bank memiliki bantalan modal yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis.

Meski kinerja membaik, manajemen tetap memantau risiko pembiayaan. Bank juga memperkuat manajemen risiko agar kualitas aset tetap terjaga.

Optimistis Hingga Akhir Tahun

Ke depan, Bank Mega Syariah menargetkan pertumbuhan berkelanjutan. Manajemen akan fokus pada ekspansi pembiayaan yang selektif, penguatan kualitas aset, serta inovasi layanan digital dan produk syariah.

“Kami akan terus memperkuat manajemen risiko dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” tutup Hanie.

Dengan capaian kuartal I-2026 ini, Bank Mega Syariah memperlihatkan tren pertumbuhan yang solid di tengah kompetisi industri perbankan syariah yang semakin ketat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Transfer Keluar Bank Jambi Masih Terkunci, Nasabah Mulai Cari Bank Lain
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Laba Bank Sulutgo Tembus Rp168,07 Miliar, Pendapatan Bunga Naik di Tengah Tekanan DPK dan NPL
Bank Nagari dan Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Mahyeldi Dorong Sinergi Bangun Sumbar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS

Sabtu, 19 September 2026 - 07:58 WIB

Transfer Keluar Bank Jambi Masih Terkunci, Nasabah Mulai Cari Bank Lain

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Laba Bank Sulutgo Tembus Rp168,07 Miliar, Pendapatan Bunga Naik di Tengah Tekanan DPK dan NPL

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB