IHSG Anjlok 1,24% ke 7.448, Tekanan Rupiah dan Sentimen Global Picu Aksi Jual

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Indeks turun 93,18 poin atau 1,24% ke level 7.448,43 pada pukul 10.37 WIB. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah indeks mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona merah. Indeks dibuka di level 7.564,42, sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.582,50, namun tekanan jual yang kuat mendorong indeks turun hingga level terendah di 7.429,05.

Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi global. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga ikut memperburuk sentimen di pasar saham domestik.

Tekanan Global dan Rupiah Membayangi Pasar

Pelaku pasar merespons berbagai sentimen eksternal yang kurang kondusif. Lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran inflasi global, sementara ketidakpastian ekonomi internasional membuat investor cenderung mengurangi risiko.

Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS memperbesar tekanan di pasar keuangan. Kondisi ini mendorong investor asing melakukan aksi jual, sehingga menekan pergerakan IHSG lebih dalam.

Baca Juga :  Harga Avanza 2022 Bekas: Tipe E hingga G, Pilih Sesuai Kebutuhan

Sejumlah sektor saham ikut terdampak, terutama sektor perdagangan dan saham berbasis komoditas. Tekanan jual terlihat merata di berbagai sektor, yang menunjukkan minimnya sentimen positif di pasar.

Pergerakan Saham dan Indeks Terkait

Beberapa saham unggulan masih menunjukkan pergerakan terbatas di tengah tekanan pasar. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat di level Rp3.220 per saham dengan kenaikan tipis 0,62%. Sementara itu, saham Aneka Tambang (ANTM) berada di level Rp4.080 atau naik 0,49%.

Meski demikian, kenaikan pada beberapa saham tidak mampu menahan pelemahan IHSG secara keseluruhan. Investor tetap berhati-hati dan cenderung menunggu kepastian arah pasar.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks menunjukkan penguatan. Indeks Nikkei 225 naik 1,06%, Hang Seng menguat 1,08%, dan KOSPI naik 0,76%. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar Indonesia lebih dipengaruhi faktor domestik, terutama nilai tukar.

Tren Pelemahan Masih Berlanjut

IHSG tercatat telah mengalami penurunan dalam beberapa sesi terakhir. Pada perdagangan sebelumnya, indeks juga ditutup melemah, yang memperkuat tren bearish jangka pendek.

Jika melihat rentang pergerakan tahunan, IHSG masih berada jauh dari level tertinggi 52 minggu di 9.174,47. Saat ini, posisi indeks cenderung mendekati area tengah setelah sempat menyentuh titik terendah 6.585,46 dalam setahun terakhir.

Baca Juga :  IHSG Terjun Bebas! Indeks Ditutup di Level 7.137

Analis menilai kondisi ini menunjukkan pasar masih dalam fase konsolidasi. Sentimen global dan pergerakan mata uang akan menjadi faktor utama yang menentukan arah IHSG dalam waktu dekat.

Investor Disarankan Waspada

Pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Kondisi pasar yang fluktuatif membuka peluang, namun juga meningkatkan risiko.

Investor jangka pendek cenderung menahan transaksi dan menunggu sinyal yang lebih jelas. Sementara itu, investor jangka panjang dapat mulai mencermati saham dengan fundamental kuat yang mengalami koreksi harga.

Ke depan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi global serta kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arus modal. Stabilitas rupiah juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah IHSG.

Dengan tekanan yang masih berlangsung, IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas dan cenderung volatil dalam beberapa waktu ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?
Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan
Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional
Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu
Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:47 WIB

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?

Senin, 8 Juni 2026 - 14:00 WIB

Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:00 WIB

Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Berita Terbaru