BSI Kejar Free Float 15%, Tapi Realisasi Tunggu 3 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menyiapkan strategi untuk meningkatkan porsi saham publik (free float) hingga 15%. Namun, manajemen memastikan target tersebut tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, mengatakan perseroan akan menaikkan free float secara bertahap dari posisi saat ini yang berada di level 9,91%.

Ia menjelaskan langkah ini mengikuti kebijakan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menetapkan batas minimal free float sebesar 15%. Selain itu, BSI juga mempertimbangkan standar global dari MSCI yang mensyaratkan angka serupa.

“Rencana itu ada. Kita dorong bertahap, minimal 10% dulu, lalu menuju 15% sesuai standar MSCI,” kata Bob usai acara ekonomi syariah di Jakarta.

Baca Juga :  Pasar Uang RI Bergejolak, LPEM UI Minta BI Tahan Suku Bunga 4,75%

BSI menilai peningkatan free float akan membuat saham lebih likuid dan menarik di pasar. Dengan porsi saham publik yang lebih besar, transaksi berpotensi meningkat dan harga saham bisa lebih efisien mencerminkan kondisi pasar.

Saat ini, manajemen masih mengkaji berbagai opsi untuk menambah porsi saham publik. Salah satu skema yang dibahas melibatkan peran Danantara sebagai pemegang saham pengendali. Nantinya, para pemegang saham akan menentukan keputusan final.

Bob menegaskan, perseroan tidak akan mengeksekusi rencana tersebut tahun ini. Ia memperkirakan realisasi baru bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :  Saham BBRI Naik 0,56%, Investor Waspada

“Dalam tiga tahun ke depan mungkin baru ada realisasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, free float merupakan porsi saham yang beredar di publik dan dapat diperdagangkan bebas, di luar kepemilikan investor pengendali. Semakin besar free float, semakin tinggi potensi likuiditas saham di pasar.

Kebijakan BEI terkait batas minimal free float muncul setelah pasar modal Indonesia mendapat sorotan dari MSCI. Aturan tersebut berlaku untuk seluruh emiten, termasuk perusahaan yang sudah melantai di bursa maupun yang akan IPO.

Dengan aturan baru ini, emiten dituntut menyesuaikan struktur kepemilikan agar tetap memenuhi ketentuan pasar modal.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga
BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong
KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup
AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga
Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional
KOKA Boncos Rp26,2 Miliar di 2025, Penjualan Anjlok 43% dan Beban Membengkak
BNGA Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, 60% Laba Dibagikan ke Investor
ADMR Tebar Dividen US$120 Juta Meski Laba Turun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:41 WIB

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga

Rabu, 22 April 2026 - 08:00 WIB

BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong

Rabu, 22 April 2026 - 04:00 WIB

KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga

Selasa, 21 April 2026 - 10:00 WIB

Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB