JAKARTA – Warga mengeluhkan sistem pemesanan (booking) kursi layanan Royaltrans yang baru diterapkan oleh Transjakarta. Keluhan itu muncul karena penumpang harus memesan tiket melalui aplikasi tanpa sosialisasi yang jelas.
Sejumlah pengguna menyampaikan protes di media sosial. Mereka menilai kebijakan tersebut membingungkan dan mengganggu kenyamanan perjalanan. Keterlambatan bus Royaltrans juga memperburuk situasi di lapangan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada hari pertama penerapan sistem tersebut.
Ayu menjelaskan, Transjakarta menghadirkan sistem booking kursi untuk memberi kepastian tempat duduk. Sistem ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan membantu penumpang merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Transjakarta kini membuka pemesanan kursi pada hari keberangkatan selama kursi masih tersedia. Penumpang juga bisa memesan tiket sejak tujuh hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi resmi.
Selain itu, Transjakarta rutin memperbarui informasi ketersediaan kursi melalui aplikasi dan media sosial resmi. Langkah ini dilakukan agar penumpang mendapatkan informasi secara transparan.
Petugas di lapangan juga aktif membantu penumpang memahami sistem baru tersebut. Mereka sekaligus memberikan edukasi langsung kepada pengguna Royaltrans.
Ayu menegaskan, Transjakarta akan terus mengevaluasi layanan dan menampung masukan dari pelanggan.
“Kami terus berupaya memberikan layanan transportasi premium yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan,” kata Ayu.








