Garbarata Tiba, Wajah Baru Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Mulai Terlihat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu mulai memasuki fase perubahan besar setelah fasilitas garbarata akhirnya tiba pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Kedatangan fasilitas ini langsung menandai langkah nyata modernisasi bandara yang selama ini masyarakat Bengkulu tunggu.

Garbarata tersebut datang sebagai bagian dari pengembangan terminal baru yang kini terus berjalan di kawasan bandara. Pemerintah daerah bersama pihak pengelola bandara mendorong percepatan pembangunan agar layanan penerbangan di Bengkulu naik kelas dan setara dengan bandara lain di Indonesia.

Janji Gubernur Mulai Terwujud di Lapangan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebelumnya menyampaikan komitmen untuk menghadirkan fasilitas garbarata di bandara kebanggaan masyarakat Bumi Merah Putih tersebut. Ia menekankan kebutuhan peningkatan kenyamanan penumpang, terutama saat proses naik dan turun pesawat yang selama ini masih berlangsung di area terbuka.

Kehadiran garbarata ini menjadi salah satu realisasi awal dari janji tersebut. Pemerintah daerah mendorong semua pihak terkait agar mempercepat penyelesaian fasilitas pendukung sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaat langsung dari pembangunan ini.

Terminal Baru Dikebut, Target Operasional Akhir Tahun

General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haekal menjelaskan, bahwa garbarata tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari paket besar pengembangan terminal baru. Ia menegaskan tim proyek terus bekerja untuk memastikan seluruh fasilitas terpasang sesuai standar keselamatan dan pelayanan penerbangan.

Baca Juga :  Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa

Manajemen bandara menargetkan terminal baru mulai beroperasi pada akhir kuartal ketiga hingga awal kuartal keempat tahun 2026. Dengan target tersebut, pengelola bandara mempercepat berbagai pekerjaan finishing, mulai dari instalasi sistem pelayanan penumpang hingga integrasi fasilitas sisi udara.

Pengelola bandara juga mengarahkan seluruh proses pembangunan agar tidak mengganggu operasional penerbangan harian. Mereka mengatur tahapan pekerjaan secara bertahap agar layanan kepada penumpang tetap berjalan normal.

Pengawasan Proyek Diperketat

Selain percepatan pembangunan, pihak terkait juga memperketat pengawasan proyek. Pendampingan dilakukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan teknis dan standar keselamatan penerbangan. Pengawasan ini mencakup penggunaan material, ketepatan waktu pengerjaan, hingga kesiapan operasional fasilitas baru.

Langkah ini bertujuan memastikan investasi infrastruktur bandara benar-benar menghasilkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Pemerintah dan pengelola bandara menargetkan tidak ada kendala berarti ketika terminal baru resmi beroperasi.

Baca Juga :  Transjakarta Klarifikasi Keluhan Booking Royaltrans

Modernisasi Layanan dan Integrasi Sistem Penerbangan

Selain pembangunan terminal dan pemasangan garbarata, kawasan bandara juga menjalani penataan besar lainnya. AirNav Indonesia memindahkan menara pengatur lalu lintas udara sebagai bagian dari penyesuaian infrastruktur penerbangan di area tersebut.

Pemindahan ini membuka ruang lebih luas bagi pengembangan fasilitas darat dan udara di bandara. Integrasi sistem navigasi penerbangan dengan terminal baru diharapkan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat aspek keselamatan penerbangan.

Arah Baru Bandara Bengkulu

Dengan masuknya garbarata dan percepatan pembangunan terminal, wajah Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu berubah signifikan. Pemerintah daerah dan pengelola bandara menempatkan proyek ini sebagai langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor transportasi udara.

Jika seluruh target tercapai sesuai rencana, bandara ini tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk utama Bengkulu, tetapi juga sebagai simpul transportasi modern yang mampu meningkatkan konektivitas wilayah Sumatra bagian barat.

Modernisasi ini sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di Bengkulu, terutama dalam hal mobilitas, pariwisata, dan perdagangan antarwilayah.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kerinci dan Sungai Penuh Raih Alokasi P3A TGAI Terbanyak di Jambi, Perjuangan Edi Purwanto Tuai Apresiasi
Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Pertanyakan Pemerataan Alokasi Irigasi
Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam
Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui
Siap-siap, Bayar Tol Tanpa Berhenti Segera Diuji Coba, BPJT Ungkap Tahap Persiapannya
Potongan Ojol Masih Bikin Tanda Tanya, Menteri UMKM Siap Bongkar Fakta di Balik Komisi yang Belum Turun
Aturan Potongan Ojol 8 Persen Berlaku, Driver Justru Mengaku Pendapatan Masih Tergerus hingga 29 Persen
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:08 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Raih Alokasi P3A TGAI Terbanyak di Jambi, Perjuangan Edi Purwanto Tuai Apresiasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Pertanyakan Pemerataan Alokasi Irigasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:00 WIB

Alarm untuk Wilayah 3TP! Anggaran Angkutan Perintis 2027 Belum Memadai, Konektivitas Nasional Terancam

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:00 WIB

Siap-siap, Bayar Tol Tanpa Berhenti Segera Diuji Coba, BPJT Ungkap Tahap Persiapannya

Berita Terbaru