Hutama Karya Perkuat Command Center Tol, Pantau Lalu Lintas Real-Time Lebih Canggih

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat sistem pengelolaan jalan tol dengan mengoptimalkan fungsi command center sebagai pusat kendali dan pemantauan lalu lintas terintegrasi. Perusahaan juga meluncurkan rebranding aplikasi layanan digital jalan tol dari HK Toll menjadi Mozy (Move Easily) untuk meningkatkan pengalaman pengguna jalan.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan bahwa penguatan command center ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan operasional di seluruh ruas tol yang dikelola perusahaan. Ia menekankan bahwa sistem baru ini membantu perusahaan mempercepat respons di lapangan sesuai standar pelayanan minimal (SPM).

Pemantauan Real-Time untuk Percepat Respons Darurat

Koentjoro menyebut perusahaan menetapkan standar waktu penanganan insiden di jalan tol, termasuk kecelakaan. Ia mencontohkan target respons maksimal 20 menit untuk kedatangan petugas di lokasi kejadian. Dengan sistem pemantauan real-time, petugas dapat bergerak lebih cepat karena pusat kendali langsung mendeteksi titik insiden.

“Dengan command center ini, kami memantau setiap kilometer ruas tol secara langsung. Ketika terjadi gangguan, sistem memberi informasi lebih awal sehingga tim bisa langsung bergerak ke lokasi. Kami ingin memastikan standar pelayanan terpenuhi, termasuk waktu respons darurat,” kata Koentjoro di Jakarta.

Baca Juga :  AHY Tinjau Tol Palembang–Betung

Pantauan Lalu Lintas dan Sistem Operasional Terintegrasi

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menambahkan bahwa command center baru ini tidak hanya memantau lalu lintas, tetapi juga mengawasi transaksi tol secara real-time. Sistem ini menampilkan data pendapatan tol, volume lalu lintas harian rata-rata, serta kondisi operasional di setiap ruas jalan.

Iwan menjelaskan bahwa integrasi sistem memungkinkan tim pusat mendeteksi gangguan teknis dengan cepat. Jika terjadi kerusakan pada CCTV, gardu tol, atau jaringan komunikasi, sistem langsung mengirim notifikasi ke tim lapangan di ruas terkait agar segera melakukan perbaikan.

“Nanti kami bisa lihat langsung kondisi peralatan di lapangan. Kalau ada CCTV atau alat transaksi yang tidak berfungsi, sistem langsung menunjukkan lokasi gangguan dan kami segera koordinasikan dengan petugas di ruas,” ujar Iwan.

Pengawasan Kondisi Jalan dan Standar Pemeliharaan

Hutama Karya juga mengoptimalkan pemantauan kondisi jalan melalui sistem berbasis data harian. Perusahaan mencatat berbagai potensi kerusakan seperti lubang jalan, kabel putus, hingga penumpukan sampah. Dengan sistem ini, tim pemeliharaan dapat mempercepat penanganan sebelum melampaui standar waktu layanan.

Baca Juga :  Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Pertanyakan Pemerataan Alokasi Irigasi

Iwan menegaskan perusahaan menargetkan perbaikan sesuai standar SLA yang berlaku. Ia mencontohkan penanganan lubang jalan yang harus selesai dalam waktu 2×24 jam. Dengan deteksi lebih awal, tim dapat menutup kerusakan sebelum batas waktu tersebut tercapai.

Teknologi ODOL dan Pengawasan Kendaraan Berat

Hutama Karya juga mengembangkan teknologi Weight in Motion (WIM) untuk memantau kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Sistem ini mendeteksi kendaraan secara otomatis dan mengidentifikasi ruas asal kendaraan yang sering melanggar aturan muatan.

Digitalisasi Layanan Melalui Aplikasi Mozy

Di sisi lain, perusahaan memperkenalkan aplikasi Mozy sebagai platform digital baru untuk pengguna jalan tol. Aplikasi ini menyediakan informasi lengkap seperti akses CCTV, tarif tol, kondisi rest area, informasi perjalanan, hingga layanan informasi mudik dalam satu sistem terpadu.

Transformasi Layanan Jalan Tol Berbasis Teknologi

Melalui penguatan command center dan digitalisasi layanan, Hutama Karya menargetkan peningkatan keselamatan, efisiensi operasional, serta kenyamanan pengguna jalan tol di seluruh jaringan yang dikelolanya. Perusahaan juga terus mendorong integrasi teknologi untuk mempercepat respons layanan di lapangan dan memperkuat standar operasional jalan tol nasional.

Berita Terkait

Kerinci dan Sungai Penuh Raih Alokasi P3A TGAI Terbanyak di Jambi, Perjuangan Edi Purwanto Tuai Apresiasi
Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Pertanyakan Pemerataan Alokasi Irigasi
Siap-siap, Bayar Tol Tanpa Berhenti Segera Diuji Coba, BPJT Ungkap Tahap Persiapannya
Jembatan Perintis Garuda Resmi Berdiri, Ekonomi Warga Mekar Jaya Sungai Penuh Makin Terbuka
Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa
KAI Bangun Jalur Trans Sumatera Rp 448 Triliun, Aceh–Lampung Tersambung
Garbarata Tiba, Wajah Baru Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Mulai Terlihat
DPRD Sungai Penuh Dukung IPAM, 50 Liter per Detik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:08 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Raih Alokasi P3A TGAI Terbanyak di Jambi, Perjuangan Edi Purwanto Tuai Apresiasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Puluhan Paket P3-TGAI di Kerinci Disorot, Petani Pertanyakan Pemerataan Alokasi Irigasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:00 WIB

Siap-siap, Bayar Tol Tanpa Berhenti Segera Diuji Coba, BPJT Ungkap Tahap Persiapannya

Senin, 22 Juni 2026 - 17:44 WIB

Jembatan Perintis Garuda Resmi Berdiri, Ekonomi Warga Mekar Jaya Sungai Penuh Makin Terbuka

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:00 WIB

Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa

Berita Terbaru