KERINCI – Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjadi daerah dengan alokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A TGAI) Tahun Anggaran 2026 terbanyak di Provinsi Jambi. Capaian tersebut memunculkan harapan baru bagi petani untuk memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Alokasi program yang besar itu mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para petani yang selama ini bergantung pada ketersediaan air untuk mengelola sawah. Mereka berharap pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi mampu memperlancar distribusi air, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan hasil produksi.
Kerinci dan Sungai Penuh Pimpin Alokasi P3A TGAI
Berdasarkan data yang beredar di masyarakat, Kabupaten Kerinci memperoleh alokasi 89 titik Program P3A TGAI Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, Kota Sungai Penuh menerima 10 titik.
Capaian tersebut menempatkan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai penerima alokasi terbesar di Provinsi Jambi. Karena itu, masyarakat mendorong seluruh kelompok penerima agar memanfaatkan program secara optimal sehingga petani dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Selain memperbaiki jaringan irigasi yang sudah ada, program itu juga menjaga ketersediaan air selama musim tanam. Dengan demikian, petani dapat mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas pertanian.
Petani Apresiasi Perjuangan Edi Purwanto
Di tengah kabar tersebut, masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI asal Provinsi Jambi, Edi Purwanto. Mereka menilai Edi Purwanto terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur irigasi.
Salah seorang masyarakat Kabupaten Kerinci, Himawan, mengucapkan terima kasih atas perjuangan Edi Purwanto sehingga Kerinci dan Sungai Penuh memperoleh alokasi program yang besar.
“Atas nama masyarakat, khususnya para petani pengguna air, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Purwanto yang telah memperjuangkan Program P3A TGAI sehingga Kerinci dan Sungai Penuh memperoleh alokasi yang besar pada tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Himawan, jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik menjadi kebutuhan utama petani karena mampu menjaga kelancaran pasokan air sekaligus meningkatkan hasil panen.
Presiden dan Kementerian PU Turut Mendapat Apresiasi
Selain menyampaikan apresiasi kepada Edi Purwanto, Himawan mengatakan masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Pekerjaan Umum yang terus menjalankan Program P3A TGAI.
Program tersebut memberi manfaat langsung kepada kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Melalui program itu, kelompok petani dapat memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi jaringan irigasi di wilayah masing-masing.
Keberadaan infrastruktur irigasi yang andal juga menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Diharapkan Perkuat Swasembada Pangan
Masyarakat berharap pemerintah terus melanjutkan Program P3A TGAI pada tahun-tahun mendatang. Mereka meyakini program tersebut akan memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama ini menjadi salah satu sentra produksi pangan di Provinsi Jambi. Kedua daerah tersebut memiliki kawasan pertanian yang luas dan memasok kebutuhan beras ke berbagai wilayah.
Oleh sebab itu, menurut Himawan, petani menempatkan pembangunan serta pemeliharaan jaringan irigasi sebagai kebutuhan utama. Infrastruktur yang andal akan menjaga pasokan air, meningkatkan produktivitas lahan, dan mendorong kesejahteraan petani.
Melalui alokasi Program P3A TGAI Tahun Anggaran 2026 yang besar, masyarakat berharap sektor pertanian di Kerinci dan Sungai Penuh terus berkembang serta memberi kontribusi yang semakin besar terhadap ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. (Tim)









