PADANG – Di tengah persiapan menuju seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Barat dan nasional 2026, Arumi Andika, menghadapi situasi berat dalam keluarganya. Ayahnya tengah menjalani perawatan intensif di RSUP M. Djamil Padang setelah mengalami stroke dan menjalani operasi.
Namun, siswi SMA Adabiah 2 Padang itu memilih tetap berdiri tegak. Ia menjaga fokus latihan sekaligus menguatkan mental di tengah kondisi keluarga yang tidak stabil.
Tetap Latihan di Tengah Ujian Keluarga
Arumi menjalani aktivitas seperti biasa bersama sembilan anggota Paskibraka Kota Padang lainnya yang lolos seleksi tingkat kota. Mereka menerima pelepasan resmi dari Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, sebagai bentuk dukungan menuju seleksi provinsi.
Di balik disiplin yang ia tampilkan, Arumi menyimpan kekhawatiran terhadap kondisi sang ayah yang sempat kritis di ruang ICU. Kini, kondisi ayahnya mulai stabil dan sudah berpindah ke ruang perawatan biasa.
Perubahan kondisi itu sedikit memberi ruang lega bagi Arumi, meski pikirannya tetap terbagi antara rumah sakit dan lapangan latihan.
Ayah Sakit, Semangat Tidak Padam
Arumi mengakui kondisi ayahnya sempat mengguncang emosinya. Ia menyaksikan langsung bagaimana keluarga menghadapi masa-masa kritis saat operasi dan perawatan intensif berlangsung.
Namun, ia memilih tidak menjadikan situasi itu sebagai alasan untuk berhenti. Ia justru menjadikan kondisi tersebut sebagai dorongan untuk tampil lebih kuat di setiap sesi latihan.
“Tidak mengganggu. Ini justru jadi semangat buat saya supaya bisa membanggakan orang tua,” kata Arumi.
Ia menganggap setiap latihan baris-berbaris dan disiplin yang ia jalani sebagai bentuk doa dan usaha agar ayahnya segera pulih.
Ambisi Lolos Paskibraka Nasional 2026
Arumi tidak hanya mengejar kelolosan di tingkat provinsi. Ia menargetkan posisi di Paskibraka Nasional 2026 sebagai langkah awal menuju cita-cita jangka panjang.
Ia menegaskan keinginannya untuk masuk sekolah kedinasan setelah menyelesaikan tugasnya di Paskibraka. Ia menyebut Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai tujuan berikutnya.
“Target saya jelas, saya ingin jadi Paskibraka. Ini langkah awal untuk cita-cita saya masuk IPDN,” ujarnya.
Latihan Disiplin Jadi Cara Bertahan
Setiap hari, Arumi mengikuti jadwal latihan ketat bersama tim. Ia menjaga fisik, mental, dan kedisiplinan sebagai bekal utama menghadapi seleksi yang semakin ketat di tingkat provinsi.
Ia memilih untuk tidak terlalu larut dalam kekhawatiran, meski tetap memikirkan kondisi ayahnya yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi.
Bagi Arumi, latihan menjadi ruang untuk menyalurkan energi dan menjaga fokus agar tidak terpecah.
Harapan di Tengah Doa Keluarga
Arumi percaya keluarga tetap memberi dukungan meski tidak selalu berada di dekatnya. Ia merasa ikatan batin dengan orang tuanya menjadi sumber kekuatan utama.
Ia juga berharap hasil perjuangannya bisa menjadi kabar baik bagi sang ayah yang masih menjalani pemulihan.
“Mungkin orang tua saya belum tahu saya di sini seperti apa, tapi saya tetap berusaha membanggakan mereka,” ucapnya.
Optimisme yang Tetap Terjaga
Di tengah situasi keluarga yang penuh tantangan, Arumi tetap menjaga optimisme. Ia menata langkahnya satu per satu, dari latihan hingga seleksi berikutnya, tanpa mengurangi fokus.
Baginya, kesempatan menjadi Paskibraka nasional bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang membuktikan keteguhan hati di tengah ujian kehidupan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









