Produksi Gula Tebu Kayu Aro Anjlok, Petani Beralih ke Kentang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Produksi gula tebu merah tradisional di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Kini hanya sedikit keluarga yang masih mempertahankan usaha turun-temurun tersebut.

Gula tebu merah Kayu Aro dikenal memiliki kualitas tinggi karena menggunakan tebu lokal varietas POJ 2878 Agribun. Varietas ini cocok tumbuh di dataran tinggi, sehingga menghasilkan gula dengan cita rasa khas.

Desa Lindung Jaya masih menjadi salah satu sentra produksi yang bertahan. Namun, jumlah perajin terus menurun. Saat ini, hanya beberapa keluarga yang menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut.

Baca Juga :  Motor Bebek Mulai Bangkit di Tengah Dominasi Skutik

Penurunan produksi terjadi karena keterbatasan bahan baku. Banyak petani mengalihkan lahan tebu menjadi kebun kentang karena komoditas itu dinilai lebih menguntungkan.

Suhano, warga Desa Lindung Jaya, mengatakan tren peralihan itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun terakhir. Banyak perajin gula memilih menjadi petani kentang demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Sekarang bahan baku makin sulit. Banyak lahan tebu berubah jadi kebun kentang karena hasilnya lebih menjanjikan,” kata Suhano.

Baca Juga :  Dari Puskesmas ke Pusat Kebijakan, Aflizar Akhiri Pengabdian sebagai ASN

Meski produksi menurun, pemasaran gula tebu merah tetap berjalan lancar. Pedagang dari luar daerah masih rutin membeli hasil produksi warga.

Saat ini, total produksi gula tebu merah di kawasan tersebut mencapai sekitar 2 ton per pekan.

Gula tebu merah dari Desa Lindung Jaya dan Desa Sungai Asam juga menjadi bahan baku penting bagi sejumlah industri. Beberapa pabrik kecap di Sumatera Barat dan Palembang masih bergantung pada pasokan dari daerah ini.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru