Prabowo–Trump Bahas Tarif Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berencana bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini muncul di tengah berlanjutnya negosiasi kebijakan tarif impor produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat yang hingga kini belum mencapai kesepakatan akhir.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri saat ini menangani pembahasan agenda pertemuan kedua pemimpin negara tersebut. Karena itu, pemerintah belum menyampaikan rincian teknis pertemuan kepada publik.
“Sekarang Kementerian Luar Negeri yang membahasnya. Nanti Menteri Luar Negeri akan menyampaikan,” ujar Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Jadwal Kunjungan Masih Menunggu Keputusan

Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo belum menetapkan waktu kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak telah berlangsung dalam beberapa kesempatan.
“Kedua pihak sudah beberapa kali berkomunikasi dan bertemu. Keputusan soal waktunya akan menyusul,” jelas Teddy.

Negosiasi Tarif Bergeser ke Pertengahan Februari

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah menyesuaikan target penyelesaian negosiasi tarif impor yang sebelumnya jatuh pada akhir Januari 2026. Pemerintah kini memperkirakan pembahasan akan rampung pada pertengahan Februari 2026.
“Update terakhir dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan kemungkinan di pekan kedua Februari,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah terus melanjutkan pembahasan kebijakan tarif impor bersama pihak Amerika Serikat tanpa menghadapi hambatan berarti. Ia juga menyebut Presiden Prabowo belum merencanakan kunjungan luar negeri secara langsung karena kedua pihak masih menyelesaikan sejumlah aspek teknis.

Tarif AS Tekan Prospek Ekonomi Global

Pada saat yang sama, kebijakan tarif Amerika Serikat terus memengaruhi prospek ekonomi global pada 2026. Bank Indonesia menilai langkah pemerintah AS dalam menerapkan dan mengancam tarif baru berpotensi menekan perekonomian dunia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan kebijakan tersebut akan meningkatkan biaya produksi di berbagai negara dan mendorong kenaikan harga barang.
“Ketika Amerika menerapkan tarif, biaya produksi akan naik, harga ikut meningkat, dan aktivitas ekspor negara lain akan terganggu,” ujar Destry dalam Starting Year Forum 2026 di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Pertumbuhan Ekonomi Global Tidak Merata

Selain tarif, Bank Indonesia juga mencermati ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarnegara. Destry memproyeksikan negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat, akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Menurut Destry, Indonesia tetap menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global.
“Indonesia masih mencatat pertumbuhan di kisaran 4,7 sampai 5,5 persen, dengan proyeksi sekitar 5 persen,” tutupnya.
Baca Juga :  Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru