Permintaan Sawit China Melemah, Harga Global Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Permintaan minyak sawit global diperkirakan menghadapi tekanan dalam waktu dekat. Peningkatan pasokan minyak nabati alternatif dengan harga lebih murah mendorong kondisi ini di pasar China. Sebagai konsumen minyak sawit terbesar dunia, perubahan impor China sangat memengaruhi harga global.

Saat ini, China memperoleh penawaran diskon untuk minyak kedelai dan minyak kanola. Kondisi ini berpotensi menurunkan ketergantungan China terhadap minyak sawit. Situasi tersebut juga mengubah peta persaingan minyak nabati dunia.

Akses Pasokan Kanola dan Kedelai Semakin Luas

Selain itu, China membuka akses lebih luas terhadap minyak kanola setelah menandatangani kesepakatan dagang dengan Kanada. Kesepakatan tersebut memungkinkan pasokan masuk dengan harga kompetitif. China juga meningkatkan pembelian kanola dari Australia. Pada saat yang sama, China menambah impor minyak kedelai. Kombinasi faktor tersebut menekan permintaan minyak sawit di China.

Permintaan Imlek Dinilai Tidak Setinggi Tahun Sebelumnya

Di sisi lain, konsumsi biasanya meningkat menjelang Tahun Baru Imlek. Namun, pelaku industri menilai permintaan tahun ini tidak akan setinggi sebelumnya. China kini memiliki lebih banyak pilihan minyak nabati dengan harga lebih murah.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 5 Mei 2026 Stabil di Rp2,79 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Tunggu?

Seorang analis industri menilai China tidak terlalu terdesak untuk membeli minyak sawit. Kondisi ini berbeda dengan India yang lebih bergantung pada pasokan sawit. Sementara itu, pelaku pasar di China terus memperhatikan pergerakan harga di bursa Dalian sebelum menentukan pembelian.

Persaingan Harga Sawit Indonesia dan Malaysia

Lebih lanjut, harga minyak sawit Indonesia yang lebih kompetitif ikut memengaruhi posisi ekspor Malaysia ke China. Data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan ekspor sawit Malaysia ke China turun 35,7% sepanjang tahun lalu.

Meski begitu, Malaysia berpeluang meraih keuntungan. Rencana kenaikan pungutan ekspor sawit Indonesia pada Maret mendatang membuka peluang tersebut.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 3 April 2026, Rp2,8 Juta per Gram

Produksi Global Tinggi Berpotensi Tekan Harga

Pada saat yang sama, analis dari Indonesia memperkirakan harga minyak sawit global akan turun tipis tahun ini. Produksi sawit yang tetap kuat mendorong kondisi tersebut. Selain itu, produksi minyak kedelai global yang tinggi menambah tekanan pada pasar.

Ketergantungan China pada Impor Minyak Nabati

Secara umum, China masih sangat bergantung pada impor minyak nabati. China mengimpor minyak sawit, minyak kedelai, kanola, dan minyak bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ketergantungan ini membuat China rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan pasokan.

Di samping itu, minyak kedelai masih mendominasi konsumsi minyak goreng China dengan porsi sekitar 40%. Meski begitu, penggunaan minyak sawit terus meningkat. Harga yang relatif lebih murah, fungsi yang serbaguna, serta daya simpan yang lebih lama mendorong peningkatan penggunaan tersebut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru