CBDK Targetkan Rp563 Miliar Marketing Sales 2026, PIK 2 Jadi Andalan Pertumbuhan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) menargetkan marketing sales sebesar Rp563 miliar pada 2026. Perusahaan pengembang kawasan PIK 2 ini mengandalkan penguatan ekosistem kawasan, termasuk operasional NICE dan rencana pembukaan Hotel Hilton PIK 2.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyatakan perusahaan fokus mengoptimalkan penjualan kavling tanah komersial di kawasan CBD PIK 2. Ia menilai minat pelaku usaha mulai pulih untuk mengamankan lahan di lokasi strategis.

“Target marketing sales 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kavling tanah komersial di kawasan CBD PIK2,” kata Steven.

Baca Juga :  Manufaktur RI Masih Ekspansif, Ekonom Minta Pemerintah Perkuat Fondasi Industri

CBDK juga memperkuat daya tarik kawasan melalui pengembangan fasilitas MICE. Nusantara International Convention Exhibition (NICE) kini sudah beroperasi dan menjadi salah satu pusat kegiatan besar di Indonesia.

Perusahaan menargetkan Hotel Hilton PIK 2 mulai beroperasi pada 2026. Kehadiran dua proyek tersebut diyakini mendorong pendapatan berulang dan memperkuat aktivitas bisnis di kawasan.

Dari sisi kinerja, CBDK mencatat laba bersih Rp1,36 triliun pada 2025. Capaian itu naik 47,53 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp924,75 miliar.

Baca Juga :  Strategi Warren Buffett: 3 Aset Anti Inflasi Biar Investasi Nggak Boncos

Pendapatan bersih perusahaan juga naik 11,32 persen menjadi Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp2,24 triliun. Segmen real estat menyumbang Rp2,46 triliun, sementara bisnis konvensi menyumbang Rp39,39 miliar.

CBDK berhasil menekan beban pokok pendapatan 12,96 persen menjadi Rp850,03 miliar. Kondisi itu mendorong laba kotor naik 29,96 persen menjadi Rp1,65 triliun pada 2025.

Dari sisi neraca, total aset CBDK tumbuh 11,38 persen menjadi Rp22,57 triliun. Ekuitas perusahaan melonjak 43,97 persen menjadi Rp11,98 triliun, sementara liabilitas turun 11,33 persen menjadi Rp10,59 triliun.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru