IHSG Turun 124 Poin, Pasar Saham Indonesia Terkoreksi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.585,69, turun 124,85 poin (1,62%) dibanding penutupan sebelumnya, Jumat (6/3/2026). Akibatnya, pasar saham Indonesia mengalami tekanan lanjutan setelah beberapa hari volatilitas tinggi.

IHSG bergerak di kisaran 7.500 hingga 7.700 sepanjang perdagangan, dengan titik tertinggi 7.700,32 dan terendah 7.500,08. Selain itu, investor menilai pergerakan ini sebagai respons terhadap sentimen global dan data ekonomi domestik terbaru.

Baca Juga :  GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun

Beberapa saham unggulan menunjukkan perubahan signifikan. Misalnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 2,13% ke level Rp3.670 per lembar saham, sementara itu Aneka Tambang (ANTM) menguat 2,18% menjadi Rp4.040.

Di pasar global, indeks utama seperti Nikkei 225 naik 0,62%, Hang Seng Index (HSI) menguat 1,72%, dan S&P 500 bertambah 1,33%. Dengan demikian, investor melihat sentimen positif di beberapa bursa utama meski IHSG terkoreksi.

Baca Juga :  Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen

Analis menyarankan investor melakukan strategi beli bertahap (buy on dip), terlebih lagi pada saham-saham unggulan dengan fundamental kuat.

Faktor yang memengaruhi IHSG meliputi sentimen global, harga komoditas, pergerakan kurs rupiah, dan laporan kinerja emiten triwulan pertama 2026. Oleh karena itu, investor disarankan memantau berita ekonomi dan kebijakan pemerintah secara rutin untuk mengantisipasi fluktuasi IHSG di hari-hari mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Nayu Aldila Putri Jadi Kepala Biro Hukum Bengkulu, Herwan Antoni Soroti 4 Hal Penting
Helmi Hasan Pasang Target Besar, Jamsostek Award 2026 Jadi Momentum Lindungi Pekerja Bengkulu
Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan
Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam
Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:24 WIB

Nayu Aldila Putri Jadi Kepala Biro Hukum Bengkulu, Herwan Antoni Soroti 4 Hal Penting

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Helmi Hasan Pasang Target Besar, Jamsostek Award 2026 Jadi Momentum Lindungi Pekerja Bengkulu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert

Berita Terbaru