Pengecekan Kesehatan Hewan Kurban Jadi Penopang Pedagang di Tengah Turunnya Daya Beli

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Menjelang Iduladha 1447 H, program pengecekan kesehatan hewan kurban membawa dampak positif bagi pedagang di Kota Padang. Pemeriksaan rutin ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memperkuat posisi pedagang lokal di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Tingkatkan Kepercayaan Pasar

Dinas Pertanian Kota Padang melalui tim Kesehatan Hewan (Keswan) terus melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Salah satu lokasi yang mendapat kunjungan adalah Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, pada Kamis (7/5/2026).

Fendi, pedagang sapi lokal, menyambut langsung kedatangan tim tersebut. Ia menilai pemeriksaan ini memberi dampak nyata terhadap kepercayaan konsumen terhadap hewan kurban yang ia jual.

Fendi menyebut, seluruh sapi yang ia jual berasal dari Siantar, Medan, dan ia memastikan kondisi hewan tetap sehat sebelum dipasarkan.

“Pemeriksaan ini sangat membantu kami. Tim Keswan memastikan kondisi sapi kami benar-benar sehat dan layak untuk kurban,” kata Fendi.

Label Sehat Jadi Nilai Jual Utama

Fendi menegaskan bahwa label sehat dari Dinas Pertanian menjadi faktor penting dalam proses penjualan. Ia mengaku lebih mudah meyakinkan pembeli karena ada bukti resmi yang mendukung kualitas hewan kurban.

Baca Juga :  BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi

Menurutnya, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Karena itu, sertifikasi kesehatan dari pemerintah menjadi penentu utama keputusan pembelian.

Label sehat tersebut juga memberikan rasa aman bagi calon pembeli. Mereka tidak perlu lagi ragu terhadap kondisi hewan karena sudah melalui pemeriksaan langsung oleh petugas kesehatan hewan.

Daya Beli Turun, Tantangan Pedagang Meningkat

Meski mendapat dukungan dari program pemerintah, Fendi tidak menutup mata terhadap kondisi pasar. Ia mencatat penurunan minat beli hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat ikut memengaruhi jumlah transaksi. Namun, ia tetap berupaya menjaga stabilitas usaha dengan menyediakan stok hewan yang cukup.

Fendi telah menyiapkan 69 ekor sapi untuk menghadapi permintaan Iduladha tahun ini. Ia berharap stok tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun permintaan cenderung melambat.

Pengecekan Kesehatan Perkuat Legalitas Pedagang

Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, pemeriksaan kesehatan juga memperkuat posisi pedagang dari sisi legalitas. Fendi menilai dokumen dan tanda sehat dari Dinas Pertanian menjadi bukti resmi yang melindungi dirinya sebagai penjual.

Ia menjelaskan bahwa legalitas tersebut membantu mengurangi potensi keraguan pembeli. Pedagang juga tidak perlu lagi melakukan pembuktian berulang kepada setiap calon konsumen karena sertifikat kesehatan sudah menjadi acuan utama.

Baca Juga :  BRI dan Visa Buka Kartu Eksklusif Baru, Intip Deretan Keuntungan Premium untuk Nasabah Prioritas

Dengan adanya kepastian ini, proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien. Pedagang dapat lebih fokus pada pelayanan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat.

Dorongan Positif untuk Pedagang Lokal

Fendi mengapresiasi peran pemerintah daerah yang terus melakukan pengawasan kesehatan hewan secara rutin. Ia menilai langkah tersebut membantu menjaga reputasi pedagang lokal di tengah persaingan pasar.

Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan hewan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kecil di sektor peternakan.

“Dengan adanya jaminan kesehatan ini, kami bisa melayani pembeli dengan lebih percaya diri. Mereka juga tidak ragu lagi terhadap kualitas hewan yang kami jual,” ujarnya.

Harapan Menjelang Iduladha

Menjelang puncak penjualan hewan kurban, Fendi berharap kondisi pasar kembali membaik. Ia optimistis bahwa kepercayaan masyarakat terhadap hewan kurban yang sehat akan tetap terjaga.

Ia juga berharap program pengecekan kesehatan hewan terus berlanjut setiap tahun. Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hewan kurban sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak lokal di Kota Padang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun Resmi Masuk Komisaris Pertamina, Ini Susunan Lengkap Pengurus Terbaru
BRI dan Visa Buka Kartu Eksklusif Baru, Intip Deretan Keuntungan Premium untuk Nasabah Prioritas
Pedagang Online Wajib Bersiap, Aturan NIB Berlaku, Akun Toko Berisiko Ditolak Jika Abaikan Syarat Ini
Pajak E-Commerce Mulai Berlaku Juli 2026, Pemerintah Ubah Cara Pemungutan bagi Seller Online
Indonesia Siapkan “Kota Finansial” Baru, Investor Global Dibidik Lewat Fasilitas Pajak Khusus
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Berbeda Jauh, Ini Daftar Lengkapnya
Emas Antam Terkoreksi Rp5.000 per Gram Hari Ini 23 Juni 2026, Saatnya Borong atau Tunggu Harga Bergerak Lagi?
Era Baru Sistem Digital Bansos Berbasis AI Dimulai, Warga Bakal Rasakan Perubahan Besar 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun Resmi Masuk Komisaris Pertamina, Ini Susunan Lengkap Pengurus Terbaru

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:00 WIB

BRI dan Visa Buka Kartu Eksklusif Baru, Intip Deretan Keuntungan Premium untuk Nasabah Prioritas

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:00 WIB

Pedagang Online Wajib Bersiap, Aturan NIB Berlaku, Akun Toko Berisiko Ditolak Jika Abaikan Syarat Ini

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pajak E-Commerce Mulai Berlaku Juli 2026, Pemerintah Ubah Cara Pemungutan bagi Seller Online

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Siapkan “Kota Finansial” Baru, Investor Global Dibidik Lewat Fasilitas Pajak Khusus

Berita Terbaru