Pemerintah Pusat Buka 10.000 Hektare Sawah Baru di Sumbar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah pusat menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan di Sumatra Barat (Sumbar). Program ini mencakup pembukaan 10.000 hektare sawah baru serta pembangunan gudang logistik Bulog di Kabupaten Dharmasraya yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.

Langkah tersebut muncul setelah pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog menyepakati strategi penguatan produksi sekaligus distribusi pangan di daerah.

Pemerintah Dorong Ekspansi Lahan Pertanian Baru

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendorong pembukaan lahan sawah baru di Sumbar sebagai bagian dari program nasional penguatan pangan. Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut sudah dibahas bersama Menteri Pertanian dan Direksi Bulog.

Andre menegaskan pemerintah ingin meningkatkan produksi beras lokal agar Sumbar tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memperkuat pasokan nasional. Karena itu, pemerintah menargetkan pembukaan 10.000 hektare sawah baru yang tersebar di beberapa wilayah potensial.

Menurutnya, program ini juga berkaitan dengan arahan Presiden untuk mempercepat kemandirian pangan di daerah.

Gudang Bulog Dharmasraya Jadi Penopang Distribusi

Selain pembukaan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Dharmasraya. Fasilitas ini akan menjadi pusat penyimpanan dan distribusi hasil panen petani.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, Darma Wijaya, menjelaskan bahwa Dharmasraya memiliki posisi strategis sebagai daerah produksi pangan. Kehadiran gudang baru akan mempercepat penyerapan hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas stok beras di Sumbar.

Baca Juga :  SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?

Tahap awal pembangunan gudang ini menargetkan kapasitas sekitar 1.000 ton. Namun, Bulog membuka peluang untuk memperbesar kapasitas apabila kebutuhan meningkat di masa mendatang.

Lahan Hibah dan Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini dengan menyediakan lahan hibah seluas sekitar 5.800 meter persegi di Nagari Koto Padang. Lahan tersebut menjadi lokasi utama pembangunan gudang logistik Bulog.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhan, menilai kehadiran gudang Bulog akan memperkuat posisi petani lokal. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini berjalan cepat.

Menurutnya, pembangunan gudang ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi besar memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM di daerah.

Perlindungan Harga dan Pemberantasan Tengkulak

Pemerintah daerah berharap keberadaan gudang Bulog dapat memberikan kepastian harga bagi petani. Dengan sistem penyerapan langsung, Bulog dapat membeli hasil panen dengan harga yang lebih stabil dan adil.

Annisa juga menyoroti praktik tengkulak dan sistem ijon yang masih merugikan petani. Ia menilai kehadiran Bulog di Dharmasraya akan memutus rantai distribusi tidak sehat tersebut.

Baca Juga :  Wawako Azhar dan Danrem Tinjau Koperasi Merah Putih di Sungai Penuh, Target Dikebut

Selain itu, gudang ini juga akan mendukung distribusi bantuan pangan pemerintah agar lebih cepat sampai ke masyarakat.

Penguatan Ketahanan Pangan Daerah

Pembangunan gudang Bulog tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan beras. Fasilitas ini juga akan menampung berbagai kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, telur, dan komoditas penting lainnya.

Dengan sistem penyimpanan yang lebih terpusat, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan di Sumbar tetap terjaga, terutama saat terjadi fluktuasi pasar.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dorongan Investasi dan Dampak Ekonomi

Kombinasi pembukaan lahan sawah baru dan pembangunan gudang Bulog diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Program ini membuka peluang kerja baru, memperkuat rantai pasok pertanian, dan meningkatkan produksi pangan lokal.

Pemerintah menargetkan Sumbar menjadi salah satu lumbung pangan penting di wilayah barat Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Promo Shopee 3 Juli 2026 Capai Puncak, Diskon 70 Persen, Voucher Rp300 Ribu dan Hadiah Gratis Menanti
Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi

Berita Terbaru