JAKARTA – Pemerintah pusat menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan di Sumatra Barat (Sumbar). Program ini mencakup pembukaan 10.000 hektare sawah baru serta pembangunan gudang logistik Bulog di Kabupaten Dharmasraya yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.
Langkah tersebut muncul setelah pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog menyepakati strategi penguatan produksi sekaligus distribusi pangan di daerah.
Pemerintah Dorong Ekspansi Lahan Pertanian Baru
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendorong pembukaan lahan sawah baru di Sumbar sebagai bagian dari program nasional penguatan pangan. Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut sudah dibahas bersama Menteri Pertanian dan Direksi Bulog.
Andre menegaskan pemerintah ingin meningkatkan produksi beras lokal agar Sumbar tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memperkuat pasokan nasional. Karena itu, pemerintah menargetkan pembukaan 10.000 hektare sawah baru yang tersebar di beberapa wilayah potensial.
Menurutnya, program ini juga berkaitan dengan arahan Presiden untuk mempercepat kemandirian pangan di daerah.
Gudang Bulog Dharmasraya Jadi Penopang Distribusi
Selain pembukaan lahan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Dharmasraya. Fasilitas ini akan menjadi pusat penyimpanan dan distribusi hasil panen petani.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, Darma Wijaya, menjelaskan bahwa Dharmasraya memiliki posisi strategis sebagai daerah produksi pangan. Kehadiran gudang baru akan mempercepat penyerapan hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas stok beras di Sumbar.
Tahap awal pembangunan gudang ini menargetkan kapasitas sekitar 1.000 ton. Namun, Bulog membuka peluang untuk memperbesar kapasitas apabila kebutuhan meningkat di masa mendatang.
Lahan Hibah dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini dengan menyediakan lahan hibah seluas sekitar 5.800 meter persegi di Nagari Koto Padang. Lahan tersebut menjadi lokasi utama pembangunan gudang logistik Bulog.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhan, menilai kehadiran gudang Bulog akan memperkuat posisi petani lokal. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini berjalan cepat.
Menurutnya, pembangunan gudang ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi besar memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM di daerah.
Perlindungan Harga dan Pemberantasan Tengkulak
Pemerintah daerah berharap keberadaan gudang Bulog dapat memberikan kepastian harga bagi petani. Dengan sistem penyerapan langsung, Bulog dapat membeli hasil panen dengan harga yang lebih stabil dan adil.
Annisa juga menyoroti praktik tengkulak dan sistem ijon yang masih merugikan petani. Ia menilai kehadiran Bulog di Dharmasraya akan memutus rantai distribusi tidak sehat tersebut.
Selain itu, gudang ini juga akan mendukung distribusi bantuan pangan pemerintah agar lebih cepat sampai ke masyarakat.
Penguatan Ketahanan Pangan Daerah
Pembangunan gudang Bulog tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan beras. Fasilitas ini juga akan menampung berbagai kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, telur, dan komoditas penting lainnya.
Dengan sistem penyimpanan yang lebih terpusat, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan di Sumbar tetap terjaga, terutama saat terjadi fluktuasi pasar.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dorongan Investasi dan Dampak Ekonomi
Kombinasi pembukaan lahan sawah baru dan pembangunan gudang Bulog diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Program ini membuka peluang kerja baru, memperkuat rantai pasok pertanian, dan meningkatkan produksi pangan lokal.
Pemerintah menargetkan Sumbar menjadi salah satu lumbung pangan penting di wilayah barat Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









