Jakarta –
Alfamart, salah satu jaringan minimarket terbesar di Indonesia, membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berbisnis melalui sistem franchise. Calon pengusaha bisa memilih berbagai model kerja sama sesuai kemampuan modal dan kebutuhan bisnis.
1. Franchise Gerai Baru
Calon pengusaha yang ingin membuka Alfamart dari nol bisa memilih tipe gerai berdasarkan luas bangunan dan jumlah rak. Contohnya, tipe gerai dimulai dari:
9 rak (30 m²): Rp300 juta
18 rak (60 m²): Rp350 juta
36 rak (80 m²): Rp450 juta
45 rak (100 m²): Rp500 juta
Modal ini mencakup biaya franchise lima tahun, instalasi listrik, peralatan toko termasuk AC, sistem kasir, papan nama, perizinan, serta biaya promosi dan persiapan pembukaan. Alfamart menyesuaikan tipe rak sesuai kemampuan modal dan ukuran lokasi calon franchisee. Nilai investasi belum termasuk biaya properti dan dapat berubah sesuai kondisi saat pembukaan gerai.
Proses membuka gerai baru mencakup presentasi awal, evaluasi lokasi, presentasi proposal, penandatanganan perjanjian kerja sama, hingga pembukaan toko.
2. Franchise Gerai Baru – Konversi
Pemilik toko minimarket lokal atau warung kelontong yang ingin meningkatkan skala bisnis menjadi Alfamart dapat memilih model franchise konversi. Alfamart memudahkan mereka dengan:
Mengakui stok barang toko untuk pembukaan gerai
Memanfaatkan rak toko yang sesuai standar Alfamart sebagai pengurang biaya investasi
Tahapannya dimulai dari presentasi awal, stock opname, penandatanganan perjanjian kerja sama, hingga pembukaan gerai hasil konversi. Dengan model ini, pemilik toko lokal memperluas usahanya tanpa memulai dari nol.
3. Franchise Gerai Take Over
Calon pengusaha yang ingin langsung menjalankan Alfamart dapat membeli gerai yang sudah berjalan melalui opsi take over. Modalnya mulai dari Rp800 juta. Modal ini mencakup biaya franchise lima tahun, sewa lokasi, peralatan gerai, sistem kasir, papan nama, perjanjian gerai, dan goodwill dari gerai yang diambil alih.
Proses take over mencakup presentasi awal, kesepakatan pembelian, pemindahan perizinan, penandatanganan perjanjian kerja sama, hingga pengambilan alih gerai. Opsi ini cocok bagi mereka yang ingin segera menjalankan bisnis minimarket.
Biaya Royalti Alfamart
Mitra Alfamart membayar royalti berdasarkan penjualan bersih gerai secara progresif:
Rp0 – Rp150 juta: 0%
Rp150 juta – Rp175 juta: 1%
Rp175 juta – Rp200 juta: 2%
Rp200 juta – Rp250 juta: 3%
Di atas Rp250 juta: 4%
Sistem ini mendorong mitra meningkatkan performa gerai. Semakin tinggi penjualan, semakin besar royalti yang dibayarkan.
Syarat Menjadi Mitra Alfamart
Calon franchisee harus memenuhi persyaratan berikut:
Memiliki minat di industri minimarket
Warga Negara Indonesia dengan badan usaha berbentuk CV, PT, Koperasi, atau Yayasan
Memiliki lokasi usaha dengan luas area penjualan minimal 100 m², total lahan sekitar 150–250 m²
Memenuhi persyaratan perizinan di daerah setempat
Menjalankan sistem dan prosedur yang diterapkan Alfamart
Dengan memenuhi syarat ini, calon pengusaha bisa menjadi mitra dan menjalankan bisnis minimarket dengan dukungan Alfamart.
Alfamart menawarkan berbagai model franchise agar masyarakat dapat menjadi pengusaha minimarket. Modal fleksibel dan proses yang terstruktur memudahkan siapa pun memulai bisnis.