Meta Uji Instagram, Facebook, WhatsApp Berbayar: Era Baru Medsos, Fitur Premium Bikin Pengguna Terbelah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dunia media sosial memasuki fase baru ketika Meta mulai menguji sistem berbayar untuk layanan populer seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Skema ini menandai perubahan besar dari model gratis yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem platform digital tersebut.

Langkah ini langsung memicu perhatian pengguna global karena Meta tidak lagi hanya mengandalkan iklan. Perusahaan kini membuka opsi berlangganan yang menawarkan fitur tambahan bagi pengguna yang bersedia membayar biaya bulanan. Di beberapa negara uji coba, paket ini sudah mulai berjalan secara terbatas.

Model baru ini menunjukkan arah strategi Meta yang semakin agresif dalam diversifikasi pendapatan. Selain iklan, perusahaan kini mendorong monetisasi langsung dari pengguna melalui fitur premium yang bersifat eksklusif.

Paket “Plus” Jadi Gerbang Fitur Eksklusif

Meta memperkenalkan tiga layanan utama dalam versi berbayar, yakni Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus. Masing-masing layanan membawa fitur tambahan yang tidak tersedia pada versi gratis.

Untuk Instagram Plus dan Facebook Plus, pengguna mendapatkan pengalaman interaksi sosial yang lebih luas. Pengguna bisa mengakses data tambahan dari Story, memperluas jangkauan audiens Close Friend, hingga menyembunyikan aktivitas tertentu saat melihat konten orang lain.

Selain itu, Meta juga menambahkan fitur personalisasi seperti ikon aplikasi yang bisa berubah, font bio yang lebih fleksibel, serta reaksi animasi khusus yang tidak muncul di versi standar. Pengguna juga bisa menyematkan lebih banyak postingan di profil agar tampilan akun terlihat lebih rapi dan menonjol.

Di sisi lain, WhatsApp Plus berfokus pada komunikasi personal. Pengguna dapat mengubah tema aplikasi, menggunakan nada dering khusus, memperbanyak chat yang dipin, serta mengakses stiker premium. Meta juga menambahkan opsi pengaturan daftar chat yang lebih fleksibel untuk pengguna aktif.

Baca Juga :  WhatsApp Berubah Total Gara-gara Regulasi UE

Harga Langganan dan Struktur Paket

Meta mematok harga berbeda untuk tiap aplikasi. Instagram Plus dan Facebook Plus dibanderol sekitar USD 3,99 atau setara Rp 71 ribuan per bulan. Sementara WhatsApp Plus hadir lebih murah di angka USD 2,99 atau sekitar Rp 53 ribuan per bulan.

Selain paket aplikasi tunggal, Meta juga menyiapkan skema lebih besar bernama “Meta One”. Paket ini menggabungkan berbagai layanan premium dalam satu langganan terpadu.

Meta One hadir dalam dua tingkatan. Paket Plus diperkirakan berada di kisaran USD 7,99 per bulan, sedangkan paket Premium mencapai sekitar USD 19,99 per bulan. Perusahaan menyebut paket ini akan mencakup akses lebih luas ke fitur AI dan alat kreatif.

Integrasi AI Jadi Nilai Tambah Utama

Meta tidak hanya menjual fitur sosial, tetapi juga memperkuat layanan berbasis kecerdasan buatan. Pengguna berbayar Meta One akan mendapatkan akses lebih dalam ke kemampuan AI, termasuk pemrosesan yang lebih kompleks dan fitur pembuatan gambar maupun video dalam jumlah lebih besar.

Meski begitu, Meta tetap menyediakan Meta AI versi gratis untuk semua pengguna. Perbedaannya terletak pada kapasitas, kecepatan, dan kedalaman fitur yang bisa diakses pelanggan berbayar.

Langkah ini menunjukkan ambisi Meta untuk menjadikan AI sebagai bagian inti dari ekosistem produknya, bukan sekadar fitur tambahan.

Uji Coba Terbatas di Beberapa Negara

Saat ini Meta belum meluncurkan layanan ini secara global. Perusahaan baru menjalankan uji coba di sejumlah wilayah seperti Singapura, Guatemala, dan Bolivia. Dari fase ini, Meta mengumpulkan data penggunaan untuk menentukan arah pengembangan berikutnya.

Baca Juga :  eSIM Makin Praktis: Beli dan Aktivasi Hanya dalam Hitungan Menit Tanpa Kartu SIM Fisik

Naomi Gleit selaku Head of Product Meta menyebut perusahaan akan terus menambah fitur baru ke dalam paket berbayar. Ia menegaskan bahwa model ini masih berkembang dan akan mengalami penyesuaian seiring waktu.

Dampak untuk Pengguna dan Industri

Perubahan ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan media sosial gratis. Selama ini, platform seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp tumbuh pesat karena akses tanpa biaya. Namun dengan hadirnya model berbayar, batas antara pengguna gratis dan premium semakin jelas.

Di sisi lain, industri digital melihat langkah ini sebagai upaya Meta mengurangi ketergantungan pada iklan. Persaingan dengan platform lain yang juga mulai mengembangkan layanan premium membuat strategi ini terasa semakin relevan.

FAQ

1. Apakah Instagram, Facebook, dan WhatsApp akan sepenuhnya berbayar?

Tidak. Meta tetap menyediakan versi gratis, namun menambahkan opsi berbayar dengan fitur tambahan.

2. Apa keuntungan utama berlangganan?

Pengguna mendapatkan fitur eksklusif seperti personalisasi aplikasi, data tambahan Story, serta akses AI lebih kuat.

3. Apakah WhatsApp Plus menggantikan WhatsApp biasa?

Tidak. WhatsApp versi standar tetap tersedia dan tidak berubah.

4. Apakah layanan ini sudah tersedia di Indonesia?

Belum. Meta masih melakukan uji coba terbatas di beberapa negara.

5. Berapa harga paket Meta One?

Meta One berada di kisaran USD 7,99 hingga USD 19,99 per bulan tergantung paket.

Penulis : Andini

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun
Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI
Honor Win Turbo Muncul dengan Baterai 10.000mAh, Main Game 14 Jam Tanpa Cari Colokan
Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Total! Kamera Periskop 50MP, Baterai 6.500 mAh dan Layar 5.200 Nits Siap Guncang Flagship
HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?
Ledakan Konten AI di YouTube, Sistem Baru Otomatis Pasang Label Demi Transparansi Video Digital
Xiaomi 17T Series Gebrak Indonesia: Baterai 7.000 mAh, Kamera Leica 120x Zoom Siap Rilis 2 Juni 2026
BYD Gegerkan Industri Otomotif, Klaim Teknologi ADAS Tekan Risiko Kecelakaan hingga 80 Persen
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00 WIB

Honor Win Turbo Muncul dengan Baterai 10.000mAh, Main Game 14 Jam Tanpa Cari Colokan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Total! Kamera Periskop 50MP, Baterai 6.500 mAh dan Layar 5.200 Nits Siap Guncang Flagship

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:00 WIB

HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB