Generasi Muda Terancam, Pemprov Sumbar Minta Niniak Mamak Ambil Peran Lebih Besar Jaga Moral Anak Nagari

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PASAMAN BARAT – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengajak seluruh niniak mamak mengambil peran lebih besar dalam membentuk karakter generasi muda. Ajakan itu muncul sebagai respons atas meningkatnya berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan anak-anak nagari, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga pengaruh negatif media digital.

Karena itu, Pemprov Sumbar mendorong para pemangku adat memperkuat pembinaan terhadap anak kemenakan melalui pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai agama serta adat. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap memiliki jati diri di tengah derasnya perubahan zaman.

Pesan itu mengemuka saat Penobatan Rajo Adat Aia Bangih di Rumah Gadang Rajo Aia Bangih, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (16/7/2026). Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, hadir mewakili Gubernur Sumbar dan menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran lembaga adat.

Niniak Mamak Jadi Garda Terdepan

Jasman menegaskan, seorang penghulu tidak hanya memimpin kaumnya dalam urusan adat. Sebaliknya, penghulu juga membimbing anak kemenakan, menjaga marwah kaum, serta mengarahkan generasi muda agar menjauhi perilaku yang merusak masa depan.

Menurutnya, perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat menuntut keterlibatan aktif seluruh niniak mamak. Oleh sebab itu, setiap penghulu harus hadir sebagai teladan sekaligus pembimbing di tengah masyarakat.

Selain memimpin, para penghulu juga perlu membangun komunikasi yang erat dengan keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. Dengan cara itu, pembinaan terhadap generasi muda dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Mahyeldi Ketuk Pintu Warga Saat Sahur

Tantangan Moral Semakin Kompleks

Selanjutnya, Jasman mengingatkan bahwa masyarakat menghadapi tantangan moral yang semakin berat. Rendahnya pemahaman terhadap nilai agama dan adat, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, pengaruh negatif perkembangan teknologi, masuknya budaya asing yang tidak selaras dengan budaya lokal, hingga lemahnya pengawasan keluarga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bergerak secara bersamaan. Keluarga, sekolah, tokoh agama, dan pemangku adat perlu saling melengkapi agar pembinaan generasi muda berjalan lebih efektif.

“Kerusakan moral generasi muda merupakan persoalan yang sangat memprihatinkan. Masa depan nagari berada di tangan mereka. Apabila generasi mudanya kehilangan arah, maka masa depan nagari juga akan ikut terancam,” ujarnya.

Penghulu Jaga Marwah Kaum

Lebih lanjut, Jasman menjelaskan bahwa falsafah Minangkabau menempatkan penghulu pada posisi yang sangat strategis. Penghulu memimpin kaum, menjaga kehormatan keluarga besar, sekaligus memastikan setiap anggota kaum menaati norma adat.

Selain itu, seorang penghulu berhak memberikan sanksi sosial kepada anggota kaum yang melanggar ketentuan adat. Melalui kewenangan tersebut, penghulu menjaga ketertiban, memperkuat keharmonisan, dan mempertahankan marwah kaum.

Jasman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumbar menegaskan bahwa amanah seorang penghulu tidak berhenti pada kaum yang dipimpinnya. Sebaliknya, penghulu juga memikul tanggung jawab moral terhadap kehidupan masyarakat sejak prosesi penobatan berlangsung.

Keteladanan Jadi Kunci Pembinaan

Oleh karena itu, Jasman mengajak seluruh niniak mamak meningkatkan pembinaan terhadap generasi muda melalui keteladanan, pendidikan karakter, penguatan nilai agama, serta penanaman nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Dharmasraya Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru, PSN dan Feeder Tol Jadi Sorotan di Bappenas

Di sisi lain, ia menilai komunikasi yang baik antara niniak mamak, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat akan memperkuat proses pembinaan. Kolaborasi tersebut juga mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang.

“Nagari yang kuat lahir dari generasi muda yang berkarakter. Di sinilah peran niniak mamak menjadi sangat penting sebagai penjaga nilai-nilai adat dan pembimbing anak kemenakan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, dan bertanggung jawab,” katanya.

Pemprov Sumbar Perkuat Nilai Adat

Sementara itu, Pemprov Sumbar terus memperkuat pelestarian adat sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah meyakini penguatan peran niniak mamak akan memperkokoh ketahanan sosial sekaligus membentuk karakter generasi muda sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan identitas budaya Minangkabau.

Acara Penobatan Rajo Adat Aia Bangih turut menghadirkan Bupati Pasaman Barat, anggota DPRD, jajaran Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Pasaman Barat, LKAAM Pasaman Barat, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat Aia Bangih dari ranah dan rantau, serta rombongan Birian/Balahan Rajo Aia Bangih dari Tapanuli Selatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan semangat bersama untuk memperkuat adat sekaligus membina generasi penerus Minangkabau.

Berita Terkait

Lahir Tanpa Bisa Melihat, Daffa Hadaya Hafal 30 Juz dan Pilih Tantangan di MTQ Nasional
Tol Bukittinggi–Sicincin Dikebut, Pemprov Sumbar Siapkan Jurus Khusus Hadapi Persoalan Lahan
Partisipasi Pilkada Sumbar Masih 57 Persen, Wagub Vasko Dorong Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029
Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Mahyeldi Perketat Etika ASN Sumbar, Ada Aturan Khusus soal Pertemuan di Ruang Tertutup
Sawah Tanjung Barulak Kini Andalkan Matahari, Pompanisasi Surya Pacu Produksi Petani
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:57 WIB

Lahir Tanpa Bisa Melihat, Daffa Hadaya Hafal 30 Juz dan Pilih Tantangan di MTQ Nasional

Minggu, 13 September 2026 - 15:19 WIB

Tol Bukittinggi–Sicincin Dikebut, Pemprov Sumbar Siapkan Jurus Khusus Hadapi Persoalan Lahan

Minggu, 13 September 2026 - 14:40 WIB

Partisipasi Pilkada Sumbar Masih 57 Persen, Wagub Vasko Dorong Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB