Lucy Guo: Drop Out Kuliah, Kini Jadi Miliarder dari Bisnis AI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Dunia teknologi kembali melahirkan miliarder muda dari gelombang kecerdasan buatan (AI). Kali ini, pengusaha teknologi kelahiran 1994, Lucy Guo, masuk daftar orang terkaya dunia setelah membangun kekayaan dari industri AI.

Menurut laporan Hurun, kekayaan bersih Lucy Guo mencapai sekitar 9 miliar yuan atau sekitar 1,3 miliar dolar AS. Dengan capaian tersebut, ia menjadi salah satu miliarder wanita termuda di dunia yang membangun kekayaan secara mandiri. Selain itu, ia juga berasal dari generasi yang lahir pada era 1990-an.

Sukses Lewat Perusahaan AI

Awalnya, kesuksesan Lucy Guo berkaitan erat dengan perusahaan teknologi Scale AI. Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2016 bersama Alexandr Wang.

Selanjutnya, Scale AI mengembangkan infrastruktur data untuk sistem kecerdasan buatan. Teknologi ini membantu mesin AI belajar dan berkembang.

Berkat inovasi tersebut, perusahaan ini tumbuh sangat cepat. Scale AI bahkan masuk kategori unicorn di industri teknologi.

Meski begitu, Lucy Guo meninggalkan Scale AI pada 2018. Namun, ia tetap memiliki saham di perusahaan tersebut. Karena itu, kekayaannya ikut meningkat seiring pertumbuhan industri AI.

Nilai Saham Tembus Miliaran Dolar

Pada awal pendirian perusahaan, Lucy Guo memegang sekitar 6 persen saham Scale AI. Kemudian, kepemilikan tersebut menurun menjadi di bawah 5 persen setelah beberapa putaran pendanaan.

Meski demikian, nilai sahamnya terus meningkat. Hal ini terjadi karena perusahaan teknologi besar mulai berinvestasi di sektor AI.

Baca Juga :  Saham BBRI Turun 2,13 Persen

Pada tahun 2025, Meta mengakuisisi sekitar 49 persen saham Scale AI. Saat itu, nilai kepemilikan Lucy Guo diperkirakan mencapai sekitar 1,25 miliar dolar AS.

Akibatnya, ia berhasil masuk jajaran miliarder muda dunia.

Perjalanan Karier Sejak Usia Muda

Sementara itu, Lucy Guo lahir di San Francisco dari keluarga imigran Tionghoa-Amerika. Kedua orang tuanya bekerja sebagai insinyur listrik.

Sejak kecil, Guo sudah akrab dengan dunia teknologi. Saat remaja, ia belajar pemrograman secara otodidak.

Selain itu, ia juga menghasilkan uang dari internet. Ia menjual berbagai barang virtual secara online.

Kemudian, Lucy Guo diterima di Carnegie Mellon University dengan jurusan ilmu komputer.

Namun, ia memilih meninggalkan bangku kuliah. Keputusan tersebut muncul setelah ia menerima Thiel Fellowship, program yang mendorong anak muda membangun bisnis teknologi tanpa harus menyelesaikan pendidikan formal.

Beralih ke Dunia Investasi

Setelah keluar dari Scale AI, Lucy Guo tetap aktif di dunia teknologi. Selanjutnya, ia mulai terjun ke dunia investasi.

Ia mendirikan Backend Capital, dana investasi yang fokus pada startup tahap awal.

Salah satu investasi pentingnya berada di perusahaan teknologi finansial Ramp pada tahun 2020. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki valuasi sekitar 32 miliar dolar AS.

Selain itu, Guo juga membangun startup baru bernama Passes. Platform ini bergerak di bidang ekonomi kreator digital.

Baca Juga :  Facebook Tawarkan Insentif Hingga Rp50 Juta, Meta Buru Kreator TikTok dan YouTube

Hingga kini, perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari 65 juta dolar AS dari investor.

Tetap Hidup Sederhana

Menariknya, meskipun telah menjadi miliarder, Lucy Guo mengaku kehidupannya tidak banyak berubah.

Ia mengatakan dirinya masih menjalani rutinitas yang sama seperti sebelumnya. Menurutnya, kekayaan tidak mengubah cara ia menjalani kehidupan sehari-hari.

Munculnya Generasi Baru Miliarder Teknologi

Di sisi lain, Lucy Guo bukan satu-satunya pengusaha muda yang meraih kekayaan dari teknologi.

Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Shuo Wang, pendiri perusahaan teknologi Deel.

Sebelumnya, Shuo Wang meninggalkan bangku kuliah di MIT untuk membangun bisnisnya sendiri.

Pada tahun 2019, ia mendirikan Deel dan mengembangkan platform manajemen tenaga kerja global. Saat ini, valuasi perusahaan tersebut mencapai sekitar 17,3 miliar dolar AS.

Menurut laporan Hurun, daftar orang terkaya dunia 2026 mencakup 285 wanita yang meraih kekayaan dari usaha sendiri. Dari jumlah tersebut, 75 orang berasal dari China.

Hal ini menunjukkan semakin besarnya peran perempuan dalam industri teknologi global.

Selain itu, perkembangan pesat industri AI membuka peluang besar bagi pengusaha muda. Banyak perusahaan teknologi memberikan opsi saham kepada pendiri dan karyawan awal.

Akibatnya, nilai saham tersebut dapat meningkat berkali-kali lipat dalam waktu singkat ketika perusahaan berkembang pesat di pasar global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram
Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026
Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas
PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli
Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Emiten Jumbo dan Sektor Konsumer
Jetour T2 Diserbu Aksesori, SUV Gagah Ini Makin Dilirik Pecinta Off-Road
Maybank Indonesia Usul Tebar Dividen Rp580 Miliar di RUPST April 2026
Bisnis Franchise Maxim Kian Dilirik, Ini Peluang dan Skemanya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram

Rabu, 1 April 2026 - 15:30 WIB

Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas

Senin, 30 Maret 2026 - 23:00 WIB

PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli

Senin, 30 Maret 2026 - 15:00 WIB

Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Emiten Jumbo dan Sektor Konsumer

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Bamus DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Jadwal Sidang

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:00 WIB