Kisah Ali Khamenei Kutip Gagasan Persatuan Soekarno

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pernah mengutip gagasan persatuan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, ketika menjalani masa tahanan pada era monarki Iran. Khamenei menulis kisah tersebut dalam memoarnya yang berjudul Cell No. 14.

Kisah di Balik Masa Penahanan

Pada masa itu, Khamenei menjalani masa tahanan pada 1970-an. Aparat keamanan menahan Khamenei karena aktivitas politiknya yang menentang pemerintahan Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Selama menjalani masa tahanan, Khamenei berbagi sel dengan beberapa narapidana lain. Salah satunya seorang pemuda yang memiliki pandangan komunis.

Namun, pemuda tersebut jarang berinteraksi dengan tahanan lain. Ia juga sering menghindari pembicaraan pribadi.

Ketika Khamenei menanyakan identitasnya, pemuda itu hanya memberikan jawaban singkat. Ia lebih sering membicarakan hal-hal sepele.

Perbedaan Ideologi di Dalam Sel

Belakangan, Khamenei mengetahui bahwa pemuda itu bekerja sebagai jurnalis. Ia juga memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tudeh.

Baca Juga :  Arab Saudi–Mesir Bangun Koridor Logistik Baru, Hindari Selat Hormuz

Perbedaan pandangan ideologi membuat hubungan keduanya tidak terlalu dekat. Pemuda tersebut lebih memilih menyendiri.

Selain itu, Khamenei melihat kondisi mental pemuda itu cukup tertekan setelah penangkapan. Ia bahkan sering menolak makan.

Karena itu, Khamenei mencoba membantu pemuda tersebut. Ia memberi makanan dan mendorongnya untuk makan.

Mengutip Gagasan Soekarno

Beberapa waktu kemudian, pemuda tersebut mengungkapkan alasan sikapnya yang dingin. Ia khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan gerakan Islam.

Menanggapi hal itu, Khamenei mencoba menenangkan kekhawatiran tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus memecah orang-orang yang menghadapi situasi yang sama.

Selanjutnya, Khamenei mengutip gagasan Soekarno mengenai persatuan. Ia merujuk pada pidato Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 yang berlangsung di Bandung.

Dalam pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya persatuan negara berkembang. Ia menjelaskan bahwa negara-negara tersebut tidak perlu memiliki kesamaan agama, budaya, atau sejarah untuk bersatu.

Baca Juga :  Bitcoin Melejit! Iran Pakai Kripto untuk Tol Kapal Hormuz, Harga Tembus Rp1,2 Miliar

Sebaliknya, Soekarno menekankan bahwa negara berkembang dapat bersatu karena memiliki kebutuhan dan kepentingan yang sama.

Hubungan Berubah Lebih Baik

Setelah mendengar penjelasan tersebut, pemuda itu merasa terkejut. Ia tidak menyangka akan mendengar pandangan seperti itu dari seorang ulama.

Sejak saat itu, hubungan keduanya mulai membaik. Mereka juga lebih sering berdiskusi selama berada di penjara.

Dari Penjara ke Revolusi Iran

Beberapa tahun kemudian, gerakan politik yang menentang monarki Iran semakin kuat. Gerakan tersebut akhirnya melahirkan perubahan besar melalui Revolusi Iran 1979.

Revolusi tersebut menggulingkan kekuasaan Shah Iran. Setelah itu, Iran berubah menjadi Republik Islam.

Selain itu, sejarah juga mencatat kekaguman Khamenei terhadap gagasan persatuan Soekarno. Pandangan tersebut memengaruhi sikap politiknya, terutama dalam menentang imperialisme dan dominasi Barat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik
Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk
Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia
Dari Klub Kasta Empat ke Liga Champions, Como 1907 Disulap Pengusaha Indonesia Jadi Ikon Wisata Elite Italia
Ledakan K-Pop Animasi! KPop Demon Hunters Kuasai AMA 2026, “Golden” Sapu Bersih Piala Dunia Musik
Korsel Buka Bebas Visa untuk WNI, Liburan ke Negeri Ginseng Kini Lebih Mudah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:01 WIB