Iran Terapkan Tarif Lintasi Selat Hormuz, 2 Juta Dolar AS per Kapal Tanker

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Iran memberlakukan tarif transit sebesar 2 juta dolar AS untuk setiap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Kebijakan ini muncul saat situasi keamanan kawasan memanas dan memengaruhi jalur distribusi energi global.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Iran, Alaeddin Boroujerdi. Ia menyatakan pemerintah di Teheran menjalankan kebijakan tarif tersebut untuk memperkuat kedaulatan atas jalur laut strategis.

Boroujerdi menegaskan bahwa biaya transit itu mencerminkan kekuatan Iran dalam mengelola wilayah tersebut. Ia juga menyebut kondisi konflik membuat setiap aktivitas pelayaran menimbulkan konsekuensi biaya tambahan.

Baca Juga :  Ketidakpastian Global Uji Strategi Dana Haji

Sejumlah laporan media internasional menyebut Iran mulai meminta pembayaran dari kapal tertentu yang melintas. Namun, mekanisme pembayaran masih belum jelas, termasuk metode transaksi dan mata uang yang digunakan.

Kebijakan ini berkaitan dengan kebutuhan Iran menutup beban finansial akibat eskalasi militer dan gangguan keamanan maritim yang masih berlangsung. Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi hanya untuk negara yang tidak terlibat konflik dengan Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut kapal dari negara yang dianggap bersahabat tetap dapat melintas dengan aman. Iran juga membatasi akses bagi kapal dari negara yang terlibat tekanan atau serangan terhadapnya.

Baca Juga :  AS dan Iran Buka Kembali Jalur Diplomasi

Sejumlah negara seperti China, India, Turki, Pakistan, dan Thailand telah menjalin komunikasi dengan otoritas Iran. Mereka berupaya agar kapal mereka tetap dapat melintas tanpa hambatan.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Kebijakan tarif ini berpotensi memengaruhi biaya logistik serta stabilitas pasar energi internasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru