Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pemerintah Ungkap Penyebab

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Pemerintah menyebut kenaikan tersebut mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan pemerintah menyesuaikan harga sebagai respons terhadap kondisi pasar global yang terus berubah.

“Kenaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Pemerintah mengambil langkah ini sebagai respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Anggia.

Ia menambahkan, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara telah lebih dulu menaikkan harga BBM dengan kenaikan yang cukup tinggi. Menurut dia, pemerintah kini fokus menjaga transparansi harga serta memastikan pasar tetap kompetitif tanpa distorsi.

Baca Juga :  AS Hidupkan Lagi Baterai Kuno Temuan Thomas Edison, Siap Tanding Teknologi Cina

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil. Pemerintah mempertahankan harga Pertalite dan solar subsidi guna menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Kami menjaga harga BBM subsidi agar tidak berubah hingga akhir tahun. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat,” kata Anggia.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp 19.400 per liter, naik dari Rp 13.100 per liter pada bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Vasko Dorong Investasi Sumbar, Target Rp13,3 Triliun 2027

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini dijual Rp 23.600 per liter, meningkat Rp 9.400 dari harga sebelumnya. Pertamina Dex ikut naik menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Namun, Pertamina tidak mengubah harga BBM lainnya. Pertamax tetap dijual Rp 12.300 per liter, sementara Pertamax Green berada di harga Rp 12.900 per liter.

Pemerintah berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tetap mendukung kebijakan energi nasional di tengah tekanan pasar global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi
Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?
Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat
Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal
Kabar Baik PPPK, Bank Jateng Tawarkan KPR Bunga 5 Persen
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Bertahan di Rp17.130-an
Bawang dan Cabai Ilegal Diselundupkan, Mentan Ungkap Dugaan Jaringan Mafia Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?

Rabu, 22 April 2026 - 14:00 WIB

Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat

Rabu, 22 April 2026 - 10:00 WIB

Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal

Rabu, 22 April 2026 - 09:00 WIB

Kabar Baik PPPK, Bank Jateng Tawarkan KPR Bunga 5 Persen

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB