Eks Wapres AS Kecam Serangan Trump ke Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, mengecam serangan AS ke Iran. Ia menilai Trump memulai “perang pilihan” yang tidak diinginkan rakyat Amerika.

“Izinkan saya memperjelas. saya menentang perang perubahan rezim di Iran. Dengan kata lain, Trump menempatkan pasukan kita dalam bahaya karena keputusannya sendiri,” tulis Harris di akun X resmi, seperti dilansir The Hill, Minggu (1/3/2026).

Lebih lanjut, Harris menilai serangan AS terhadap Iran berisiko tinggi dan tidak perlu. Selain itu, ia menuduh Trump berbohong saat kampanye Presiden 2024. Trump mengklaim akan mengakhiri perang, bukan memulainya.

Baca Juga :  AS Hidupkan Lagi Baterai Kuno Temuan Thomas Edison, Siap Tanding Teknologi Cina

“Tahun lalu, dia mengaku ‘menghancurkan’ program nuklir Iran. Padahal, itu juga bohong,” tambah Harris.

Harris dan suaminya, Doug Emhoff, akan berdoa bagi semua prajurit AS. Selain itu, ia menekankan bahwa para prajurit pantas dipimpin Panglima yang bijak, tegas, dan disiplin saat mengambil keputusan perang maupun perdamaian.

Baca Juga :  Walikota News York Kecam Serangan Trump ke Iran

Selain itu, Harris menegaskan Trump tidak bijaksana dan tidak mendapat dukungan rakyat Amerika dengan menyerang Iran tanpa persetujuan Kongres. Ia menuntut Kongres menggunakan semua kekuatan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Akhirnya, serangan ini memicu protes di dalam negeri AS. Ketegangan global meningkat seiring konflik di Timur Tengah yang makin memanas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB