AS Hidupkan Lagi Baterai Kuno Temuan Thomas Edison, Siap Tanding Teknologi Cina

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Amerika Serikat kembali melirik teknologi baterai lama. Langkah ini untuk menghadapi dominasi Cina di industri kendaraan listrik dan energi.

Thomas Edison memperkenalkan baterai nikel-besi atau Ni-Fe pada 1901. Ia merancangnya sebagai alternatif penyimpanan energi.

Baterai Ni-Fe memiliki daya tahan sangat tinggi. Dalam kondisi optimal, baterai ini mampu bertahan hingga 30 sampai 50 tahun. Kinerjanya tetap stabil dalam jangka panjang.

Baterai ini mampu menghadapi siklus pengisian dan pengosongan ekstrem. Pengguna dapat memakainya berulang kali tanpa risiko kerusakan besar. Karakter ini cocok untuk penyimpanan energi jangka panjang.

Baca Juga :  Rusia Kembangkan Max, Tiru WeChat dan Douyin

Namun, industri meninggalkan teknologi ini. Baterai Ni-Fe memiliki efisiensi energi lebih rendah dibanding baterai timbal-asam. Teknologi ini juga membutuhkan waktu pengisian lebih lama.

Ukuran baterai tergolong besar. Produsen harus menanggung biaya awal yang tinggi. Kondisi ini membuat Ni-Fe kalah bersaing pada masanya.

Perkembangan baterai lithium semakin menekan posisi Ni-Fe. Teknologi baru menawarkan kapasitas lebih besar dan pengisian lebih cepat.

Selama lebih dari satu abad, pelaku industri hanya memakai Ni-Fe untuk kebutuhan terbatas. Mereka menggunakannya pada sistem daya mandiri atau lingkungan ekstrem.

Baca Juga :  Viral APK Penghasil Saldo DANA, Cuma Modal HP Bisa Cuan? Ini Faktanya

Kini, kebutuhan energi global berubah. Dunia membutuhkan baterai yang tahan lama dan stabil. Kondisi ini mendorong industri kembali melirik Ni-Fe.

Amerika Serikat mengambil langkah ini sebagai strategi industri. Negara itu ingin mengurangi ketergantungan pada baterai lithium dari China.

Jika pengembangan berjalan sukses, teknologi lama ini bisa bangkit kembali. Ni-Fe berpotensi menjadi pesaing baru di industri energi masa depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini
Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100
Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone
Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas
Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru
Poco Pad C1 Bikin Tablet Murah Naik Kelas, Layar 2K 120Hz dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Realme P4x 4G Datang Bawa Baterai Raksasa 8.000 mAh, Main Game Seharian Tanpa Khawatir Kehabisan Daya
HP Bekas Disulap Jadi Server, Google Uji Cara Baru Bangun Data Center Murah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:00 WIB

Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:00 WIB

Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:00 WIB

Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru