Danantara Percepat Hilirisasi Ayam Rp5 Triliun, Peta Baru Industri Pangan Nasional Mulai Terbentuk

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mempercepat langkah investasi di sektor pangan strategis melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi bernilai triliunan rupiah. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan produksi daging dan telur nasional, tetapi juga memperkuat rantai pasok protein hewani di berbagai sentra produksi daerah.

Selain itu, pemerintah menempatkan program ini sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga menargetkan pengurangan ketergantungan pada sistem distribusi yang masih terfragmentasi. Pada tahap awal, Danantara mengalokasikan pembiayaan bernilai miliaran hingga triliunan rupiah untuk membangun fondasi industri peternakan ayam terintegrasi di sejumlah wilayah.

Danantara Kucurkan Rp5 Triliun untuk Tahap Awal

Danantara menyetujui pembiayaan tahap awal sebesar Rp 5 triliun untuk proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Dana tersebut berasal dari rencana investasi jangka panjang yang mencapai Rp 16,7 triliun hingga 2036 berdasarkan hasil studi kelayakan.

Proyek ini mencakup pembangunan industri pengolahan ayam terpadu di enam wilayah strategis, yaitu Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah menetapkan wilayah tersebut sebagai pusat produksi sekaligus pengolahan agar suplai nasional semakin kuat dan stabil.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan skema pencairan dana secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.

“Untuk tahap pertama ini baru, sesuai informasi yang kami peroleh, disetujui baru sekitar Rp 5 triliun dan untuk pencairannya itu dilakukan secara bertahap,” ujar Agung usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga :  China Resmi Atur Pekerja Gig, Kurir dan Live Streamer Kini Dapat Perlindungan

Pemerintah Bangun Industri Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Proyek hilirisasi ayam ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah merancang sistem yang mencakup pembibitan, produksi pakan, budidaya, rumah potong, hingga pengolahan produk akhir dalam satu ekosistem terpadu.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah mendorong efisiensi produksi sekaligus menjaga stabilitas harga daging ayam di pasar. Di sisi lain, peternak lokal juga memperoleh akses pasar yang lebih luas sehingga pendapatan mereka berpotensi meningkat secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah memilih enam provinsi tersebut karena wilayah itu memiliki potensi produksi yang besar dan infrastruktur dasar yang relatif siap untuk pengembangan industri pangan berskala besar.

PT Berdikari dan ID Food Perkuat Eksekusi Proyek

PT Berdikari menjalankan peran sebagai pelaksana utama di bawah koordinasi BUMN pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food. Kedua perusahaan ini menyusun perencanaan teknis, menyiapkan kebutuhan lahan, serta memastikan kesiapan investasi berjalan sesuai rencana.

Agung yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Berdikari menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh dokumen pendukung untuk mengajukan alokasi anggaran kepada Danantara. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan holding BUMN pangan terus berjalan intensif.

“Tadi kami juga sudah tanyakan ke perwakilan Danantara bahwa prosesnya sedang berjalan dan tentu kebutuhan dari masing-masing unit ini sedang difinalkan oleh Berdikari dan dalam kesempatan pertama tentu akan segera disampaikan,” jelas Agung.

Selain itu, PT Berdikari telah mengajukan permohonan persetujuan kepada ID Food terkait penggunaan anggaran awal untuk mendukung tahap persiapan proyek.

Baca Juga :  Bank Enggan Biayai 50 Pesawat Baru

Danantara Dorong Pendanaan Bertahap untuk Pengembangan Jangka Panjang

Selain dana awal Rp 5 triliun, studi kelayakan proyek mencatat kebutuhan investasi jangka panjang mencapai Rp 16,7 triliun hingga 2036. Dana tersebut akan mendukung pengembangan lanjutan, perluasan kapasitas produksi, dan penguatan ekosistem industri di seluruh wilayah target.

Agung menegaskan bahwa sebagian anggaran juga mendukung pekerjaan awal di lapangan, termasuk perencanaan teknis dan pembangunan infrastruktur dasar.

“Kita meminta segera tanggapannya agar bisa menggunakan anggaran Rp 16,7 miliar ini karena kami membutuhkan dana itu untuk pemasangan bowplank. Selain itu, penunjukan dan perencanaan juga memerlukan alokasi anggaran,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tim proyek tidak hanya memfokuskan diri pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga menyiapkan fondasi teknis agar implementasi berjalan lebih terarah.

Hilirisasi Ayam Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah menargetkan proyek ini mampu membangun ekosistem industri ayam yang modern, efisien, dan terintegrasi. Dengan pemangkasan rantai distribusi, biaya logistik diharapkan turun dan harga pasar menjadi lebih stabil.

Selain itu, proyek ini juga membuka peluang kerja baru di berbagai daerah. Di sisi lain, pemerintah berharap sektor peternakan nasional mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri pangan berbasis protein hewani. Jika implementasi berjalan konsisten, hilirisasi ayam ini berpotensi menjadi model transformasi besar sektor peternakan nasional dalam jangka panjang.(Tim)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB