JAKARTA – Aplikasi mobile banking OCTO milik CIMB Niaga mengalami gangguan selama beberapa jam pada akhir April 2026. Kondisi ini membuat nasabah kesulitan mengakses layanan transaksi digital dan memicu perhatian publik, terutama terkait potensi masalah teknis hingga keamanan sistem.
Gangguan Diduga Berasal dari Lapisan Aplikasi
Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya menilai gangguan tersebut kemungkinan besar muncul dari lapisan infrastruktur aplikasi, bukan dari sistem inti perbankan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi aplikasi yang tidak bisa berjalan normal, sementara layanan lain seperti website masih aktif, menunjukkan masalah terjadi di API atau layer mobile.
“Kelihatannya ada masalah di infrastructure atau API layer. Kalau core banking bermasalah, semua layanan pasti ikut lumpuh. Ini justru mengarah ke masalah di aplikasi mobile saja,” kata Alfons, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut memberikan sedikit kelegaan karena sistem inti perbankan masih berjalan stabil.
Gangguan Berjam-jam Dinilai Tidak Biasa
Meski demikian, Alfons menyoroti durasi gangguan yang berlangsung lama. Ia menilai masalah tersebut tidak bisa disebut gangguan ringan karena aplikasi tetap belum normal meski sebagian pengguna sudah bisa login.
“Outage berlangsung berjam-jam. Bahkan setelah akses kembali terbuka, tampilan aplikasi masih belum stabil. Ini menunjukkan masalah cukup serius,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi ini jarang terjadi pada sistem perbankan besar yang memiliki standar tinggi dalam menjaga ketersediaan layanan.
Dugaan Masalah Keamanan dan Sesi Login
Alfons juga membuka kemungkinan adanya insiden keamanan di balik gangguan tersebut. Ia menyoroti kondisi ketika sistem meminta pengguna login ulang secara tiba-tiba.
Menurutnya, kondisi itu bisa muncul ketika server memutus seluruh sesi pengguna secara massal.
“Kalau nasabah tiba-tiba harus login ulang, berarti server mencabut session token di sisi backend. Ini biasanya terjadi saat sistem mendeteksi risiko keamanan,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa kemungkinan penyebab, seperti kebocoran token, percobaan pembajakan sesi, lonjakan aktivitas mencurigakan, atau celah pada manajemen sesi aplikasi.
Update Sistem Dinilai Kecil Kemungkinannya
Alfons juga menilai kecil kemungkinan gangguan muncul akibat pembaruan sistem atau deployment. Ia menekankan bahwa akhir bulan biasanya menjadi periode sibuk bagi perbankan.
“Tim IT biasanya menghindari deployment di akhir bulan karena transaksi sedang tinggi. Jadi kecil kemungkinan masalah ini muncul karena update rutin,” katanya.
Penjelasan dan Respons CIMB Niaga
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan membenarkan adanya gangguan pada aplikasi OCTO Mobile. Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, namun tidak menjelaskan penyebab teknis secara rinci.
“Sedang ada gangguan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Nasabah tetap bisa bertransaksi lewat OCTO website,” ujar Lani.
Melalui media sosial resmi, CIMB Niaga juga menyampaikan permintaan maaf dan memastikan tim teknis tengah melakukan penanganan menyeluruh agar layanan kembali normal.
Nasabah Diminta Gunakan Alternatif Layanan
Selama gangguan berlangsung, CIMB Niaga mengarahkan nasabah menggunakan layanan OCTO Web sebagai alternatif transaksi. Bank juga memastikan proses pemulihan sistem terus berjalan hingga seluruh fitur kembali stabil.
Gangguan ini kembali menyoroti pentingnya ketahanan sistem digital perbankan, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat pada layanan mobile banking.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









