B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Tekan Impor BBM dan Emisi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan bahan bakar B50 pada Juli 2026. Kebijakan ini menargetkan penurunan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menguji B50 di berbagai sektor. Pemerintah sebelumnya sudah menerapkan B40 secara nasional pada 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan hasil awal uji coba menunjukkan kinerja positif.

“Hasil sementara uji B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa stabil dan tidak ada gangguan signifikan,” kata Eniya, Selasa (7/4).

Baca Juga :  Warga Kaget Sejumlah SPBU di Daerah Ini Tak Lagi Jual Pertalite, Pertamina Ungkap Alasannya

B50 terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, dan 50 persen solar.

Pemerintah merancang kebijakan ini untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.

Tim penguji menjalankan uji coba B50 di sektor pertambangan secara menyeluruh. Mereka menguji kualitas bahan bakar, performa mesin, ketahanan operasional, dan stabilitas penyimpanan.

Hingga akhir Maret 2026, tim mencatat pengujian ketahanan dinamis sudah melampaui 900 jam operasi. Mereka tidak menemukan gangguan mesin yang dipicu kualitas bahan bakar.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Buka Peluang Efisiensi Gaji ke-13 ASN

Hasil pengujian juga menunjukkan B50 memenuhi standar teknis. Parameter seperti kandungan air, stabilitas oksidasi, dan kadar FAME tetap berada dalam batas aman.

Temuan ini memperkuat kesiapan B50 untuk sektor dengan beban kerja tinggi, termasuk pertambangan.

Eniya menilai pengembangan B50 menjadi langkah penting untuk mendorong kemandirian energi nasional.

“Pemanfaatan sumber daya domestik akan memperkuat ketahanan energi dan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia
Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout
Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu
Pertalite 1 Juni 2026 Heboh di Medsos, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Pembatasan Baru untuk Kendaraan
Listrik Surplus, Tapi Kerinci–Sungai Penuh Tetap Padam, Ini Fakta Sebenarnya yang Bikin Warga Bingung
Stok BBM Masih Aman, Ini Rincian Ketahanan Pertalite hingga Pertamax Turbo
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:00 WIB

BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia

Senin, 25 Mei 2026 - 21:00 WIB

Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:44 WIB

Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB