JAKARTA – Menteri PANRB Dorong Partisipasi ASN di Komcad
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut program Komponen Cadangan (Komcad) akan menerima gaji, tunjangan tetap, dan fasilitas lain selama latihan. Selain itu, Menteri PANRB, Rini Widyantini, mengeluarkan surat resmi yang meminta ASN ikut Komcad untuk mendukung pertahanan negara.
Menurut surat tertanggal 20 Februari 2026, Menteri PANRB meminta semua menteri Kabinet Merah Putih mendorong ASN mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad. Sementara itu, ASN tetap mendapatkan hak dan peluang pengembangan karir.
ASN Tetap Menerima Hak dan Fasilitas Selama Latihan
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, mengatakan selama pelatihan, ASN menerima gaji dan tunjangan seperti biasa. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan perlindungan kesehatan, perlengkapan militer, dan jaminan keselamatan.
“Setelah menyelesaikan pelatihan Komcad, peserta kembali menjalankan tugas sebagai ASN,” kata Averrouce kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Uang Saku, Perlengkapan, dan Pengembangan Kompetensi
Lebih lanjut, surat Menteri PANRB menyebutkan bahwa ASN yang resmi menjadi calon Komcad dan mengikuti Latsarmil selama 45 hari memperoleh uang saku, perlengkapan lapangan pribadi, layanan kesehatan, serta perlindungan kecelakaan kerja dan kematian.
Selain itu, pelatihan ini memberikan 300 jam pelajaran (JP) untuk pengembangan kompetensi ASN. Ketentuan ini sesuai PP 17/2020 tentang Manajemen PNS, yang mewajibkan ASN mengikuti 20 JP per tahun.
Peluang Karir dan Pengakuan Profesionalitas
Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau Komite Talenta menilai kinerja ASN selama pelatihan. Dengan demikian, mereka bisa memberikan pertimbangan positif untuk pengembangan karir. ASN yang berprestasi juga menjadi contoh bagi ASN lain.
“Partisipasi dalam Komcad meningkatkan kompetensi dan profesionalitas ASN. Di samping itu, ASN berkontribusi nyata bagi ketahanan nasional,” tegas Averrouce.
Selektif dan Sukarela, Tidak Semua ASN Otomatis Jadi Komcad
Namun, Averrouce menekankan bahwa Komcad bersifat selektif dan sukarela. ASN harus memenuhi persyaratan, seperti usia 18–35 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki catatan kriminal, dan lolos seleksi administrasi serta kompetensi.
ASN yang lulus mengikuti pelatihan dasar militer selama 45 hari untuk membentuk kapasitas bela negara.
Koordinasi Antar lembaga dan Kuota Peserta
Untuk itu, Kementerian PANRB bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan kementerian/lembaga terkait untuk memenuhi kebutuhan Komcad dari ASN. Surat Menteri PANRB mencantumkan kuota tiap instansi, mencakup 49 kementerian dalam Kabinet Merah Putih. Total peserta 4.400 orang, dibagi dua gelombang masing-masing 2.200 orang.
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menambahkan bahwa gelombang pertama, dengan 2.000 ASN, dimulai pada April 2026.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









