Jakarta –
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyoroti ketidaktepatan sasaran dalam program bantuan sosial pemerintah. Ia menyebut hampir separuh Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lain salah sasaran.
Hampir Separuh Penerima Bansos Salah Sasaran
“Program PKH dan bansos, sekitar 45 persen penerimanya tidak tepat sasaran,” ujar Gus Ipul saat rapat konsultasi dengan DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/12/2026).
Warga Menengah Mendapat Bantuan Sosial
Gus Ipul menambahkan, lebih dari 15 juta warga dari desil 6 sampai 10—kelompok menengah ke atas—menerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Padahal, pemerintah menargetkan bantuan ini untuk masyarakat miskin dan rentan miskin.
Banyak Masyarakat Miskin Belum Terima Bantuan
Sekitar 54 juta warga dari desil 1 sampai 5, yang mencakup kelompok sangat miskin hingga rentan miskin, belum menerima PBI BPJS Kesehatan.
“Masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan perlindungan,” kata Gus Ipul.
Pemerintah Perbarui Data DTSEN
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menyempurnakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah mulai menggunakan DTSEN pada Februari 2025 untuk menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data penerima bantuan sosial.
Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah memperbarui DTSEN setiap tiga bulan. Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah dalam proses ini.
“Jika pemerintah tidak memperbarui data, ketidakadilan akan terus terjadi. Pemutakhiran ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan keadilan sosial,” tegas Gus Ipul.