Grab Naikkan Tarif Taksi Mulai 30 Maret, Ini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Grab di Singapura menaikkan tarif layanan taksi meteran (GrabCab) mulai 30 Maret hingga 31 Mei 2026. Perusahaan mengambil langkah ini sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membebani mitra pengemudi.

Grab menyebut lonjakan harga BBM di stasiun pengisian memengaruhi perhitungan pendapatan operasional pengemudi. Karena itu, perusahaan menilai perlu menyesuaikan tarif agar pengemudi dapat menjalankan operasional secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Grab menyalurkan voucher bahan bakar kepada mitra pengemudi. Setelah itu, perusahaan melanjutkan dukungan dengan menyesuaikan tarif argometer sebagai langkah lanjutan.

Baca Juga :  Kewarganegaraan Ganda: Aturan dan Peluang

Kenaikan tarif ini berlaku untuk perjalanan taksi meteran, baik yang dipesan melalui aplikasi maupun yang dipesan langsung di jalan. Penyesuaian menyasar komponen jarak tempuh dan waktu tunggu, dengan tarif dasar per unit naik dari 0,26 dolar Singapura menjadi 0,27 dolar Singapura.

Untuk teknisnya, tarif baru berlaku setiap 400 meter untuk perjalanan 1–10 kilometer, lalu setiap 350 meter setelah melewati 10 kilometer, atau setiap 45 detik waktu tunggu. Sementara itu, tarif buka pintu tetap 4,60 dolar Singapura untuk taksi empat penumpang dan 4,80 dolar Singapura untuk taksi enam penumpang.

Baca Juga :  Tarif Gojek Naik Mulai 10 April, Imbas Harga BBM Melonjak

Grab menyebut penyesuaian ini memberi tambahan pendapatan bagi pengemudi pada setiap perjalanan. Perusahaan juga mengatur kenaikan agar tetap moderat bagi penumpang.

Dampaknya, perjalanan jarak pendek sekitar 4 kilometer naik sekitar 0,08 dolar Singapura. Perjalanan 12 kilometer bertambah sekitar 0,28 dolar Singapura, sedangkan perjalanan 30 kilometer naik hingga 0,80 dolar Singapura.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru