JAMBI – Kunjungan wisata melonjak usai Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Jambi mengingatkan petugas parkir agar tidak menaikkan tarif secara berlebihan.
Gubernur Jambi, Al Haris, meminta pengelola destinasi menjaga kenyamanan pengunjung. Ia menegaskan petugas parkir tidak boleh merugikan masyarakat.
“Kami sudah mengeluarkan edaran. Semua destinasi harus dijaga. Petugas parkir jangan merugikan masyarakat,” kata Al Haris di Jambi, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah provinsi memperkuat pengawasan. Mereka berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menjaga keamanan di lokasi wisata.
Petugas gabungan turun ke lapangan. Polisi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan linmas desa ikut mengawasi.
Al Haris menyoroti keluhan soal tarif parkir. Ia meminta pengelola tidak menarik biaya di luar aturan.
Ia memperbolehkan pungutan resmi, seperti retribusi kebersihan dan biaya administrasi standar. Namun, pengelola harus menjaga tarif tetap wajar.
“Kalau hanya retribusi kebersihan silakan. Jangan terlalu besar. Utamakan sisi kemanusiaan,” ujarnya.
Kepala Disbudpar Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyebut pihaknya menindaklanjuti surat edaran terkait wisata Lebaran.
Disbudpar memantau objek wisata secara langsung. Mereka mengantisipasi gangguan dan potensi bencana di lokasi rawan.
Pemerintah juga menyiapkan layanan pengaduan. Mereka mengatur lalu lintas menuju destinasi wisata.
Selain itu, pemerintah menambah kantong parkir jika diperlukan.
Penutup:
Pemerintah berharap pengelola dan petugas parkir menjaga kenyamanan wisatawan. Mereka ingin libur Lebaran tetap aman dan menyenangkan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









