JAMBI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi memastikan peretasan sistem keamanan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi melibatkan pelaku dari luar negeri. Polisi kini mengandalkan audit forensik sebagai kunci untuk mengungkap alur pembobolan dan mengidentifikasi pelaku.
Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menyampaikan bahwa penyidik terus mengumpulkan bukti sambil menunggu hasil audit forensik dari sistem yang diretas.
“Tim masih menunggu hasil audit forensik. Kami sudah menemukan indikasi hacker masuk ke sistem yang dikelola pihak ketiga,” ujar Taufik, Rabu (22/4/2026).
Audit Forensik Jadi Penentu
Taufik menegaskan audit forensik memegang peran penting dalam membongkar kasus ini. Hasil audit akan mengungkap titik lemah sistem, jalur masuk hacker, hingga pola serangan yang digunakan.
Penyidik juga telah memanggil pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pengelolaan sistem keamanan siber Bank Jambi. Pemeriksaan tersebut bertujuan menggali informasi teknis terkait celah keamanan yang dimanfaatkan pelaku.
“Kami fokus pada audit forensik sebagai dasar untuk langkah hukum berikutnya,” katanya.
Bank Jambi Belum Beri Penjelasan
Hingga saat ini, pihak Bank Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan audit forensik. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum mendapat respons dari manajemen bank.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik, terutama nasabah yang terdampak langsung oleh pembobolan tersebut.
Nasabah Kehilangan Puluhan Juta
Kasus ini mulai mencuat setelah dugaan peretasan terjadi pada Minggu (22/2/2026). Sejak itu, kantor-kantor cabang Bank Jambi dipadati nasabah yang ingin memastikan keamanan dana mereka.
Sejumlah korban mengaku kehilangan uang dalam jumlah signifikan. Berdasarkan penelusuran, nilai kerugian bervariasi, mulai dari Rp17 juta hingga Rp24 juta per rekening.
Korban berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Mereka mendesak pihak bank memberikan kejelasan serta jaminan pengembalian dana.
Kepanikan Picu Penarikan Dana Besar-besaran
Peristiwa ini memicu kepanikan di kalangan nasabah. Banyak nasabah memilih menarik dana dalam jumlah besar untuk menghindari risiko kehilangan lebih lanjut.
Antrean panjang terlihat di sejumlah kantor cabang dalam beberapa hari setelah kasus ini mencuat. Situasi tersebut menunjukkan menurunnya kepercayaan publik terhadap sistem keamanan bank.
Polisi Dalami Peran Pihak Ketiga
Penyidik kini menelusuri peran pihak ketiga yang mengelola sistem keamanan siber Bank Jambi. Polisi ingin memastikan apakah terjadi kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam pengelolaan sistem tersebut.
Selain itu, penyidik juga membuka kemungkinan adanya celah keamanan yang belum terdeteksi sebelumnya.
“Kami akan dalami semua pihak yang terlibat, termasuk pengelola sistem,” tegas Taufik.
Pengungkapan Kasus Tunggu Hasil Akhir
Polda Jambi menargetkan pengungkapan kasus secara menyeluruh setelah hasil audit forensik keluar. Polisi akan menggunakan hasil tersebut untuk menetapkan tersangka dan menentukan langkah hukum lanjutan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri perbankan untuk memperkuat sistem keamanan digital, terutama dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Sementara itu, nasabah berharap pihak bank segera memberikan kepastian dan bertanggung jawab atas kerugian yang mereka alami.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









