Survey Reuters: Dukungan Warga AS terhadap Trump Rendah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sebuah survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan dukungan warga Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump dalam kebijakan militer, termasuk serangan ke Iran, tergolong rendah. Hanya sekitar satu dari empat warga dewasa AS yang menyatakan setuju dengan langkah tersebut, sementara hampir setengahnya menolak.

Survei yang melibatkan 1.282 responden ini mengungkapkan perbedaan pandangan yang tajam berdasarkan afiliasi politik. Di kalangan Demokrat, 87% menilai Trump terlalu agresif menggunakan kekuatan militer, sedangkan di Partai Republik, hanya 23% yang sependapat. Kelompok independen menunjukkan dukungan sebesar 19%, sementara 44% menolak intervensi militer.

Baca Juga :  Trump Didemo Warganya Sendiri, Aksi 'No Kings' Guncang AS

Selain itu, sebagian besar responden menyatakan khawatir serangan tersebut akan menimbulkan korban di pihak militer AS. Sebanyak 42% warga Partai Republik mengatakan mereka mungkin menolak dukungan jika pasukan AS terluka atau tewas di Timur Tengah.

Kekhawatiran lain muncul terkait kenaikan harga bahan bakar. Sekitar 45% responden mengatakan mereka akan mengurangi dukungan jika serangan ke Iran mendorong harga minyak atau bensin di AS naik. Saat ini, harga minyak mentah Brent naik 10% menjadi sekitar US$80 per barel akibat eskalasi konflik.

Baca Juga :  Generasi N-Jobber: Bertahan Hidup dengan Multi-Pekerjaan

Survei ini juga menyoroti bahwa sebagian warga akan mendukung serangan jika berhasil menghentikan program nuklir Iran. Sekitar setengah responden menyatakan dukungan lebih besar jika operasi militer membawa Iran menyerahkan program nuklirnya.

Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa opini publik AS cenderung skeptis terhadap penggunaan kekuatan militer Trump, dan faktor politik, risiko korban, serta dampak ekonomi menjadi pertimbangan utama warga.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru