Jakarta – Lebih dari 70.000 warga Selandia Baru meninggalkan negaranya dalam setahun terakhir. Jumlah ini mencapai sekitar 1,4% dari total populasi sekitar 5,1 juta jiwa. Angka tersebut memicu kekhawatiran karena menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade.
Australia Jadi Tujuan Favorit
Warga Selandia Baru memilih Australia karena negara itu menawarkan peluang kerja lebih banyak dan upah lebih tinggi. Koneksi sosial yang kuat juga menarik banyak orang. Saat ini, lebih dari 700.000 warga Selandia Baru tinggal di Australia.
Tren Migrasi yang Berbeda
Dulu, kaum muda meninggalkan negara untuk mencoba peruntungan sementara. Kini, banyak pekerja berpengalaman juga pergi dan sebagian besar tidak berniat kembali. Para ahli menilai tren ini menandai perubahan paradigma migrasi, bukan sekadar siklus sementara.
Data Eksodus Warga
Sebelum pandemi, Selandia Baru kehilangan sekitar 3.000 warga per tahun. Dalam 12 bulan hingga Oktober 2025, 71.000 orang meninggalkan negara itu. Hanya 26.000 orang kembali. Paul Spoonley, profesor emeritus Universitas Massey, menyatakan angka ini “mengkhawatirkan” karena arus keluar tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
Warga meninggalkan Selandia Baru karena kondisi ekonomi melemah. Tingkat pengangguran mencapai 5,3%, pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 1%, dan daya beli turun karena harga kebutuhan pokok dan perumahan naik. Faktor-faktor ini mendorong warga mencari upah dan peluang kerja di negara lain, terutama Australia.
Upah dan Peluang Kerja Lebih Menarik di Australia
Australia menawarkan pasar tenaga kerja dinamis dan upah lebih tinggi. Misalnya, gaji perawat di Australia mencapai A$85.000–90.000 per tahun, sehingga ribuan perawat pindah setiap tahun.
Sektor keamanan juga menarik tenaga kerja. Antara Januari 2023 dan April 2025, 212 polisi meninggalkan Selandia Baru untuk bekerja di Australia dengan gaji tinggi dan subsidi perumahan.
Sektor pertambangan dan konstruksi juga memikat tenaga kerja terampil. Pertumbuhan ekonomi Australia yang mencapai lebih dari 2% membuat permintaan tenaga kerja tetap tinggi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









