Emas: Logam yang Tak Pernah Kehilangan Nilai

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Sejak awal peradaban, manusia selalu tertarik pada emas. Bahkan manusia awal memakai logam ini sejak era pemburu-peramu. Mereka terus menjadikannya simbol penting dalam agama, negara, hingga keuangan modern. Kini, meski uang bertransformasi ke bentuk digital, manusia tetap menghargai emas.

 

Keistimewaan Fisik Emas

 

Salah satu alasan utama manusia menyukai emas adalah sifat fisiknya. Mereka menemukan logam ini dalam keadaan murni, berbeda dengan logam lain yang memerlukan peleburan. Warnanya mencolok, permukaannya memantulkan cahaya, dan logam ini tidak mudah berkarat atau teroksidasi. Oleh karena itu, manusia awal memandangnya sebagai materi “abadi”.

Baca Juga :  Kemensos Reaktivasi Otomatis BPJS PBI 

 

Emas sebagai Simbol Status

 

Selain itu, manusia membentuk emas menjadi perhiasan, simbol kekuasaan, dan objek ritual. Mereka memakai kepemilikan emas untuk menunjukkan akses terhadap sumber daya, keterampilan, dan otoritas. Bahkan manusia melakukannya jauh sebelum konsep uang atau kekayaan muncul.

 

Makna Sakral dan Kosmologis

 

Seiring waktu, manusia memberi emas makna spiritual. Di Mesir Kuno, mereka menganggap logam ini material ilahi yang mewakili dewa matahari. Pola serupa muncul di Yunani, Amerika pra-Kolumbus, dan berbagai peradaban Asia. Dengan demikian, manusia memakai emas sebagai medium untuk berhubungan dengan kekuatan yang mereka anggap melampaui dunia.

Baca Juga :  Miliano Selamatkan Excelsior dari Kekalahan

 

Fondasi Moneter dan Kekuasaan Politik

 

Kemudian, manusia memanfaatkan emas dalam ekonomi pertukaran luas. Mereka mengumpulkan logam ini karena tahan lama, jumlahnya terbatas, dan mudah disimpan. Pada abad ke-6 SM, manusia mulai mencetak koin emas secara sistematis. Sejak itu, emas menjadi fondasi moneter dan alat politik yang strategis.

 

Daya Tarik Emosional yang Konsisten

 

Lebih jauh, manusia merespons kilau emas sama seperti mereka mengenali air, mekanisme evolusioner yang universal. Sehingga, manusia selalu mengaitkan emas dengan status sosial, keamanan ekonomi, dan prestise. Respons ini membuat nilai emas bertahan lintas generasi.

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Berita Terbaru