Harga Emas Melonjak, FOMO Meluas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Harga emas mengalami gejolak tajam sejak akhir Januari hingga awal Februari. Akibatnya, masyarakat mengalami fenomena fear of missing out (FOMO). Banyak pembeli rela antre panjang dan menunggu hingga satu bulan atau lebih untuk mengambil emas yang mereka beli.

 

Harga Domestik Mengikuti Pasar Global

 

Seiring dengan itu, harga emas domestik bergerak sejalan dengan tren pasar emas dunia. Pada pukul 09.30 tanggal 7 Februari (waktu Vietnam), pasar internasional menempatkan harga emas sekitar USD 4.966 per ons. Jika dikonversi menggunakan kurs Vietcombank, nilai emas setara 156,5 juta VND per ons. Dengan demikian, pasar domestik mematok harga sekitar 20 juta VND per ons lebih tinggi daripada harga global.

 

Fluktuasi Tajam Emas Batangan SJC

 

Sementara itu, fluktuasi paling tajam terjadi pada emas batangan SJC. Pada 2 Februari, pedagang menjual emas seharga 166 juta VND per ons. Namun, dua hari kemudian, harga melonjak menjadi 180,2 juta VND per ons pada 4 Februari. Bahkan, pada 3 Februari saja, harga naik lebih dari 10 juta VND per ons. Setelah lonjakan ini, harga kemudian turun beberapa kali dalam penyesuaian.

Baca Juga :  Filipina Darurat Energi, Marcos Siapkan Tambahan Pasokan Minyak

 

Risiko FOMO dan Euforia Pasar

 

Kondisi tersebut mendorong masyarakat membeli dan menjual emas karena takut kehilangan peluang keuntungan. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa euforia pasar membawa risiko serius.

Hati-hati dengan Surat Janji Pembayaran

Menurut ekonom Nguyen Tri Hieu, investor menghadapi risiko saat membeli emas melalui surat janji pembayaran atau kontrak pengambilan di kemudian hari. Pasalnya, pelaku usaha mungkin mengalami kendala pasokan atau masalah hukum. Akibatnya, pembeli mungkin tidak menerima emas sesuai waktu yang dijanjikan.

 

Potensi Sengketa Hukum

 

Lebih lanjut, jika harga emas saat pengiriman berbeda jauh dari harga kontrak, penjual dapat membatalkan perjanjian. Pada skenario terburuk, kedua pihak bisa menyelesaikan sengketa di jalur hukum, meski proses ini mahal dan memakan waktu. Oleh karena itu, para pakar menyarankan masyarakat membeli emas secara langsung dengan prinsip “tunai dan diterima saat itu juga”.

Baca Juga :  Daihatsu Sigra 2026 Tetap Jadi MPV LCGC Favorit Keluarga

 

Disiplin Keuangan dan Strategi Investasi

 

Di sisi lain, investor perlu disiplin dalam mengelola keuangan. Mereka sebaiknya menetapkan batas keuntungan dan batas kerugian. Dengan demikian, investor dapat menghindari jebakan psikologis, seperti terlalu serakah menjual saat harga tinggi atau terlalu takut memotong kerugian saat harga turun.

 

Diversifikasi Portofolio untuk Kurangi Risiko

 

Selain itu, investor sebaiknya mendiversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko. Mereka dapat membagi modal ke emas, saham, properti, valuta asing, dan deposito. Dengan strategi ini, ketergantungan pada satu jenis investasi menurun, terutama di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Berita Terkait

BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:00 WIB

BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Berita Terbaru