Jambi – Nilai Ekspor Pinang Meroket, Petani Bersuka Cita
Lonjakan Ekspor Pinang Sepanjang 2025
Kabar menggembirakan datang dari sektor perkebunan di Provinsi Jambi. Bahkan, para petani pinang, salah satu andalan daerah ini, berhasil mencatat lonjakan nilai ekspor yang signifikan sepanjang 2025. Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi mereka.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, meskipun nilai ekspor pinang pada Desember 2025 hanya mencapai 7,2 juta dolar AS, turun 20,14 persen dibandingkan November 2025 yang mencapai 9,1 juta dolar AS, namun tren tahunan tetap menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.
Pertumbuhan Tahunan Mencapai 168 Persen
Dari Januari hingga Desember 2025, Jambi mengekspor pinang senilai 116,6 juta dolar AS. Angka ini melonjak 168,53 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang hanya 43,4 juta dolar AS. Oleh karena itu, para petani di berbagai daerah mendapat kabar baik.
Dorongan Permintaan Pasar Internasional
Lonjakan ekspor terjadi karena permintaan pasar internasional meningkat. Akibatnya, harga dan volume pinang naik, dan masyarakat perkebunan merasakan manfaatnya secara langsung.
Nilai Ekspor Jambi Secara Umum Tetap Naik
Selain pinang, Jambi mengekspor komoditas lain sehingga nilai ekspor keseluruhan pada Desember 2025 naik tipis 0,80 persen dibanding November 2025. Nilai ekspor meningkat dari 152,49 juta dolar AS menjadi 153,71 juta dolar AS. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi bulanan.
Pasar Ekspor Utama Jambi
Jambi mengekspor komoditasnya terutama ke Singapura, Malaysia, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Selain itu, negara-negara ini menjadi pasar utama pinang, yang kini menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Harapan untuk Perekonomian Lokal
Dengan perkembangan ini, sektor pinang diharapkan terus menopang ekonomi daerah. Selain itu, para petani mendapat peningkatan kesejahteraan, dan provinsi memperkuat posisi di pasar global.









