JAKARTA – Shell Indonesia memasuki babak baru. Perusahaan energi ini menunjuk Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur sekaligus Country Chair yang baru mulai 1 Mei 2026.
Manajemen mengambil keputusan ini saat perusahaan menjalankan transformasi bisnis besar. Andri langsung memimpin arah strategis Shell di Indonesia, sekaligus tetap menjalankan tugasnya sebagai General Manager Lubricants Indonesia.
Shell menargetkan penguatan bisnis pelumas di pasar domestik. Perusahaan juga mempercepat pengalihan bisnis SPBU ke perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Andri menyambut kepercayaan tersebut dengan optimisme. Ia melihat peluang besar dari pertumbuhan ekonomi nasional dan memastikan Shell terus menggelontorkan investasi, terutama di sektor manufaktur.
“Shell Indonesia memasuki tahap baru dengan berbagai peluang. Saya siap memimpin perusahaan untuk tumbuh sekaligus memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Andri dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan Shell terus mengembangkan bisnis pelumas, termasuk mengoperasikan Pabrik Manufaktur Gemuk (grease) yang melengkapi fasilitas pelumas di Marunda. Ia juga ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan masyarakat.
Pergantian ini mengakhiri masa jabatan Ingrid Siburian sebagai Country Chair. Ingrid kini fokus menjalankan peran sebagai General Manager Mobility. Ia mengawal kelangsungan operasional bisnis sekaligus memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar.
Dalam beberapa bulan terakhir, Shell menghadapi tantangan pasokan BBM. Sejumlah SPBU tetap beroperasi, tetapi hanya melayani servis kendaraan karena stok bahan bakar terbatas.
Manajemen berharap perubahan kepemimpinan dan pengalihan bisnis SPBU bisa memperbaiki distribusi BBM. Konsumen pun berpeluang kembali mendapatkan pilihan bahan bakar dari jaringan Shell di Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








