TNI AD Lantik 21 Ribu Prajurit Infanteri

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melantik ribuan prajurit infanteri untuk menjaga kedaulatan NKRI. Pada Dikmata Gelombang III Tahun Anggaran 2025, 21.885 Tamtama remaja mengemban pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menuntaskan pendidikan dasar kemiliteran. Kini, mereka resmi menjadi bagian TNI AD yang siap bertugas di berbagai satuan.

 

Sebaran Prajurit Baru di Seluruh Kodam

 

Kodam V/Brawijaya meluluskan 640 siswa Dikmata Infanteri yang menyelesaikan pendidikan dasar berstandar nasional. Sementara itu, Kodam XVII/Cenderawasih melantik 396 Tamtama Infanteri.

Baca Juga :  Suhartoyo Kenang Arief Hidayat

 

Selain itu, Kodam IX/Udayana melantik 1.394 prajurit baru, dan Kodam XV/Pattimura mengukuhkan 1.234 prajurit. Dengan sebaran ini, TNI AD memperkuat kesiapan pasukan di seluruh wilayah.

 

KSAD Tekankan Pengabdian Nyata

 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pelantikan ini menandai awal pengabdian para prajurit. Ia juga menekankan, para prajurit harus terus mengasah kemampuan dan naluri militer

.

“Teruslah berkarya nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Jadikan setiap tantangan sebagai sarana untuk berkembang,” ujar Maruli.

Baca Juga :  Bakri Sampaikan Aspirasi Warga Sungai Penuh

 

Pendidikan Intensif Selama Delapan Minggu

 

Para prajurit menempuh pendidikan intensif selama delapan minggu. Selama masa itu, para instruktur melatih mereka dengan berbagai kemampuan dasar infanteri untuk membentuk profesionalisme dan kesiapan di medan tugas.

 

Komitmen TNI AD Mencetak Prajurit Profesional

 

Pelantikan ini menunjukkan komitmen TNI AD menyiapkan prajurit yang kuat, profesional, dan siap mengabdi. Dengan langkah ini, TNI AD menegaskan perannya menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

Berita Terkait

MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?
Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 23:19 WIB

MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12 WIB

Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Berita Terbaru