Kekeringan Landa Lahan Pertanian di Desa Pulau Pandan Akibat Surutnya Air Danau Kerinci
Kerinci – Sungai Batang Merangin di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, kini memprihatinkan. Surutnya air Danau Kerinci membuat ratusan hektare lahan pertanian kering dan petani terancam gagal menggarap sawahnya.
Lahan Sawah Kering, Kincir Air Tidak Berfungsi
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak sawah kering karena petani tidak bisa mengalirkan air. Kincir air, yang biasanya membantu mengairi sawah, berhenti berfungsi karena debit sungai sangat kecil.
Warga Kesulitan Mengairi Sawah
Andi, salah satu warga, mengatakan bahwa penyusutan air Danau Kerinci membuat petani kesulitan mendapatkan air. Sungai Batang Merangin, yang biasanya mengairi sawah, kini tidak mencukupi kebutuhan.
“Sejak air danau menyusut, warga kesulitan menggarap sawah. Kincir air yang biasa kami gunakan kini tidak bisa berfungsi,” ujar Andi, Selasa (3/2/2026).
Kekhawatiran Petani Jika Surut Berlanjut
Andi menambahkan bahwa warga belum pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya. Jika air danau terus surut, warga kemungkinan besar tidak bisa lagi mengelola sawah mereka.
“Kalau kondisi ini berlanjut, warga Desa Pulau Pandan kemungkinan besar tidak bisa lagi menggarap sawahnya,” kata Andi.
Penyebab: Uji Coba Turbin PLTA
Menurut warga, uji coba turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci menyebabkan penyusutan air Danau Kerinci. “Dari kabar yang kami dengar, ini dampak uji coba turbin. Padahal baru tahap uji coba, belum operasi penuh,” ujar Andi.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, menjelaskan bahwa penurunan debit air Danau Kerinci terjadi bersamaan dengan uji coba pengaliran air untuk PLTA oleh PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
Uji Coba Sementara, Tandon Air Disiapkan
PT KMH melakukan uji coba pengaliran air dari 1–16 Januari 2026. Dari tiga pintu pengaliran, mereka membuka satu pintu sekitar 20 centimeter untuk menggerakkan turbin selama 16 hari.
Joni menambahkan bahwa PT KMH akan mendata wilayah yang mengalami kekurangan air. Mereka juga menyiapkan tandon-tandon air untuk membantu warga. “Kami melakukan uji coba sebelum operasional permanen, jadi kami tetap meminimalkan dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.(Tim)