Mundur Massal, 326 Kepsek Sulsel Terseret Polemik Temuan BPK

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

MAKASSAR – Polemik dunia pendidikan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berkembang setelah ratusan kepala sekolah SMA dan SMK menghadapi dorongan untuk mundur dari jabatan. Isu ini muncul setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah sekolah.

Selain itu, Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sulsel membuka fakta adanya tahapan permintaan pengunduran diri yang menyentuh 326 kepala sekolah. Situasi ini kemudian memicu perdebatan karena banyak pihak menilai kebijakan tersebut terlalu keras dan berpotensi mengganggu stabilitas pendidikan.

Kronologi Permintaan Mundur 326 Kepala Sekolah

Dalam RDP DPRD Sulsel, para anggota dewan mengungkap bahwa dinas terkait menjalankan dua tahap kebijakan. Pada tahap pertama, 128 kepala sekolah masuk dalam daftar. Kemudian, tahap kedua menambah 198 kepala sekolah lainnya.

Dengan demikian, total 326 kepala sekolah SMA dan SMK di Sulawesi Selatan menghadapi permintaan untuk mundur dari jabatan mereka. Sementara itu, data pendidikan menunjukkan total 1.532 sekolah SMA/SMK tersebar di wilayah tersebut.

Seiring berkembangnya isu ini, publik mengaitkannya dengan temuan BPK terkait pengelolaan dana BOS di sejumlah sekolah.

Temuan BPK dan Penyelesaian Dana BOS

BPK menemukan adanya dugaan kesalahan dalam pengelolaan dana BOS. Namun demikian, lembaga tersebut tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pengunduran diri bagi kepala sekolah.

Baca Juga :  Beasiswa Terbaru Juni 2026: Kuliah Gratis Tersedia di KIP hingga BSI, Buruan Daftar Sebelum Ditutup!

Sebaliknya, BPK hanya meminta pihak terkait mengembalikan kerugian negara melalui mekanisme resmi. Setelah itu, para kepala sekolah menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengembalikan dana sesuai ketentuan yang berlaku.

DPRD Sulsel Desak Penghentian Tekanan

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, meminta Dinas Pendidikan menghentikan seluruh proses penandatanganan surat pengunduran diri yang beredar di kalangan kepala sekolah. Ia menilai langkah tersebut berpotensi memperkeruh suasana.

“Kami saran dan rekomendasi agar penandatanganan surat pernyataan pengunduran diri kepala sekolah itu dihentikan. Kami meminta Kepala Dinas Pendidikan membicarakan persoalan ini baik-baik, agar tidak menimbulkan riak maupun isu negatif terkait dugaan pemaksaan kepsek untuk mundur,” ujar Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah.

Selain itu, ia menambahkan bahwa persoalan temuan BPK seharusnya sudah selesai setelah pengembalian dana dilakukan.

“Temuan itu sudah dikembalikan oleh kepala sekolah, bahkan hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan. Jadi, kami menganggap persoalan tersebut sudah selesai, dan tidak perlu ada surat pernyataan pengunduran diri yang dibuat lagi oleh kepsek,” kata Andi.

DPRD Dorong Solusi Tanpa Pengunduran Diri Massal

Lebih lanjut, Andi Tenri Indah menilai pengunduran diri massal bukan solusi yang tepat. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Sulsel segera berkoordinasi dengan gubernur untuk mencari jalan keluar terbaik.

Baca Juga :  MBG dan Sekolah Rakyat Disorot, Mengapa Akar Masalah Pendidikan Belum Tersentuh?

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dunia pendidikan agar proses belajar mengajar dan penerimaan siswa baru tidak terganggu.

Dampak ke Dunia Pendidikan

Jika polemik ini terus berlanjut, dunia pendidikan Sulawesi Selatan berpotensi menghadapi gangguan serius. Terutama, menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, ketika sekolah harus fokus pada proses penerimaan peserta didik baru.

Karena itu, berbagai pihak mendorong agar pemerintah segera menyelesaikan konflik ini secara terbuka, cepat, dan adil.

FAQ

1. Berapa kepala sekolah yang terdampak kebijakan ini?

Sebanyak 326 kepala sekolah SMA dan SMK di Sulawesi Selatan.

2. Apa pemicu utama polemik ini?

Polemik muncul setelah temuan BPK terkait pengelolaan dana BOS di sejumlah sekolah.

3. Apakah BPK meminta kepala sekolah mundur?

Tidak. BPK hanya meminta pengembalian kerugian negara, bukan pengunduran diri.

4. Apakah dana BOS sudah dikembalikan?

Ya. Para kepala sekolah telah mengembalikan dana sesuai rekomendasi BPK.

5. Apa langkah DPRD Sulsel?

DPRD meminta Dinas Pendidikan menghentikan tekanan pengunduran diri dan mencari solusi yang tidak merugikan pihak mana pun.(Tim)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa
Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi
Dari Sungai Liuk ke Kursi Profesor, Toni Indrayadi Raih Guru Besar Bahasa Inggris IAIN Kerinci
Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar
Udara Muaro Jambi Memburuk, Bupati Alihkan Siswa TK-SMP ke Kelas Online
Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa

Selasa, 15 September 2026 - 09:54 WIB

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar

Senin, 7 September 2026 - 12:34 WIB

Udara Muaro Jambi Memburuk, Bupati Alihkan Siswa TK-SMP ke Kelas Online

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB