Riyal Menguat Usai Haji 2026, Kurs Tembus Rp4,8 Ribuan, Ini Daftar Lengkap di Bank Indonesia hingga Mandiri

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pergerakan kurs riyal Arab Saudi kembali menjadi perhatian jutaan jemaah haji Indonesia yang masih berada di Tanah Suci maupun yang sedang bersiap pulang ke Tanah Air. Setelah memasuki fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah, nilai tukar riyal terhadap rupiah masih bertahan pada level tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi selama musim haji.

Kondisi tersebut membuat banyak jemaah dan keluarga di Indonesia terus memantau perkembangan kurs sebelum melakukan penukaran uang maupun transaksi keuangan lainnya. Selain menjadi alat pembayaran utama di Arab Saudi, riyal juga menjadi acuan penting bagi jemaah yang ingin mengatur pengeluaran selama menjalankan ibadah.

Berdasarkan data terbaru, kurs riyal terhadap rupiah pada Minggu (7/6/2026) berada di kisaran Rp4.804,76 per riyal. Angka tersebut menunjukkan bahwa mata uang Arab Saudi masih mempertahankan penguatannya meskipun puncak pelaksanaan haji telah berakhir dan sebagian jemaah mulai kembali ke negara masing-masing.

Permintaan Riyal Masih Tinggi Setelah Puncak Haji

Musim haji setiap tahun selalu memberikan dampak terhadap kebutuhan mata uang riyal. Jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, membutuhkan uang tunai maupun saldo dalam mata uang lokal Arab Saudi untuk berbagai keperluan selama berada di Makkah dan Madinah.

Tingginya aktivitas transaksi selama musim haji ikut mendorong permintaan riyal di pasar valuta asing. Akibatnya, nilai tukar mata uang tersebut cenderung bergerak lebih kuat dibandingkan periode normal.

Saat ini, proses kepulangan jemaah haji Indonesia masih berlangsung secara bertahap melalui berbagai kloter yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Sementara itu, sebagian jemaah gelombang kedua masih menunggu jadwal keberangkatan menuju Madinah sebelum kembali ke Indonesia.

Kurs Riyal Versi Bank Indonesia dan Bank Sentral Arab Saudi

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan kurs riyal berada pada level Rp4.804,76 per riyal pada Minggu, 7 Juni 2026.

Sementara itu, Saudi Central Bank mencatat nilai tukar setara sekitar Rp5.000 per riyal. Banyak jemaah menggunakan kurs tersebut sebagai referensi ketika melakukan transaksi atau penukaran uang langsung di Arab Saudi.

Baca Juga :  Padang Gencarkan Penataan PKL, Tantangan Ruang Usaha Makin Terbuka

Perbedaan kurs antar lembaga merupakan hal yang wajar karena masing-masing menggunakan metode perhitungan serta waktu pembaruan data yang berbeda.

Perbandingan Kurs Riyal di Bank-Bank Besar Indonesia

Selain mengacu pada data bank sentral, masyarakat juga dapat memantau kurs yang ditawarkan perbankan nasional sebelum melakukan transaksi valuta asing.

BCA

Bank Central Asia menetapkan kurs e-rate dengan harga beli Rp4.782 per riyal dan harga jual Rp4.848 per riyal.

Untuk layanan TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp4.740 dan kurs jual Rp4.844 per riyal.

Sementara itu, transaksi bank notes mencatat harga beli Rp4.705 dan harga jual Rp4.853 per riyal.

Bank Mandiri

Bank Mandiri menawarkan special rate dengan kurs beli Rp4.806 dan kurs jual Rp4.830 per riyal.

Pada layanan TT Counter, bank tersebut menetapkan kurs beli Rp4.580 dan kurs jual Rp4.995 per riyal.

Adapun transaksi bank notes menunjukkan kurs beli Rp4.588 dan kurs jual Rp5.003 per riyal, menjadi salah satu harga jual tertinggi di antara bank-bank besar nasional.

BRI

BRI mencatat kurs e-rate dengan harga beli Rp4.767 dan harga jual Rp4.851 per riyal.

Untuk TT Counter, bank ini menawarkan kurs beli Rp4.762 serta kurs jual Rp4.852 per riyal.

BNI

BNI menetapkan special rate dengan kurs beli Rp4.791 dan kurs jual Rp4.824 per riyal.

Selanjutnya, layanan TT Counter mencatat kurs beli Rp4.606 dan kurs jual Rp4.956 per riyal.

Sementara itu, transaksi bank notes menunjukkan kurs beli Rp4.571 dan kurs jual Rp4.991 per riyal.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Kurs Riyal

Sejumlah faktor turut memengaruhi pergerakan kurs riyal terhadap rupiah. Pertama, meningkatnya kebutuhan valuta asing selama musim haji mendorong permintaan riyal secara signifikan.

Kedua, pergerakan dolar Amerika Serikat juga memberi dampak terhadap nilai tukar berbagai mata uang dunia, termasuk riyal dan rupiah.

Baca Juga :  Bukalapak Rugi Rp 425 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Pendapatan Tumbuh

Ketiga, kondisi ekonomi global, kebijakan moneter bank sentral, serta aktivitas perdagangan internasional ikut menentukan arah pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Karena itu, masyarakat yang berencana menukarkan uang disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs dan membandingkan penawaran dari beberapa bank sebelum melakukan transaksi.

Jemaah Haji Perlu Memilih Waktu Penukaran yang Tepat

Bagi jemaah haji maupun masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi dalam mata uang Arab Saudi, selisih kurs beberapa puluh rupiah per riyal dapat memberikan perbedaan cukup besar ketika nominal transaksi mencapai ribuan riyal.

Oleh sebab itu, membandingkan kurs antarbank menjadi langkah penting untuk memperoleh nilai tukar yang lebih efisien. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan jenis layanan yang digunakan karena kurs e-rate, TT Counter, dan bank notes biasanya memiliki nilai yang berbeda.

Dengan kurs riyal yang masih berada di level tinggi pasca-puncak haji 2026, pemantauan nilai tukar secara berkala menjadi strategi yang dapat membantu jemaah maupun pelaku perjalanan memperoleh keuntungan lebih optimal saat melakukan penukaran mata uang.

FAQ

Berapa kurs riyal ke rupiah hari ini, 7 Juni 2026?

Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia, kurs riyal berada di level Rp4.804,76 per riyal.

Mengapa kurs riyal menguat saat musim haji?

Permintaan riyal meningkat karena jutaan jemaah dari berbagai negara membutuhkan mata uang tersebut untuk bertransaksi di Arab Saudi.

Bank mana yang menawarkan kurs jual riyal tertinggi?

Berdasarkan data yang tersedia, Bank Mandiri mencatat kurs jual bank notes hingga Rp5.003 per riyal.

Apa perbedaan e-rate, TT Counter, dan bank notes?

E-rate digunakan untuk transaksi elektronik, TT Counter untuk transfer telegrafis, sedangkan bank notes berlaku untuk transaksi uang tunai.

Mengapa kurs antarbank berbeda?

Setiap bank memiliki kebijakan penetapan kurs, biaya operasional, dan waktu pembaruan data yang berbeda sehingga menghasilkan nilai tukar yang tidak sama.(Tim)

Berita Terkait

Harga BBM 7 Juni 2026: Diesel Turun, Pertamax Turbo Naik, Ini Daftar Lengkap di Seluruh SPBU RI
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Juni 2026: K24 Raja Emas Tembus Rp2,46 Juta per Gram, Semar Sentuh Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Juni 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Terbaru
Harga Emas Hari Ini 7 Juni 2026 Melesat, Antam Hampir Rp3 Juta per Gram
Usai DPR Ketok Palu UU PPSK, BI Ungkap Langkah Besar yang Segera Dijalankan
Juni Jadi Penentu Nasib Ojol, Driver Desak Aturan Komisi 8 Persen Segera Berlaku
Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pemutihan Pajak Kendaraan Lampung 2026 Diperluas, Tunggakan Dihapus dan Diskon 25%
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM 7 Juni 2026: Diesel Turun, Pertamax Turbo Naik, Ini Daftar Lengkap di Seluruh SPBU RI

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:00 WIB

Riyal Menguat Usai Haji 2026, Kurs Tembus Rp4,8 Ribuan, Ini Daftar Lengkap di Bank Indonesia hingga Mandiri

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Juni 2026: K24 Raja Emas Tembus Rp2,46 Juta per Gram, Semar Sentuh Rp2,68 Juta

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Juni 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Terbaru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:00 WIB

Usai DPR Ketok Palu UU PPSK, BI Ungkap Langkah Besar yang Segera Dijalankan

Berita Terbaru