JAKARTA – Kehadiran robot humanoid tidak lagi sekadar menjadi bagian dari film fiksi ilmiah. Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi ini diperkirakan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pabrik, rumah sakit, hingga lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat mendorong kemampuan robot humanoid meningkat jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Robot-robot ini kini tidak hanya mampu bergerak menyerupai manusia, tetapi juga mulai memahami instruksi, beradaptasi dengan lingkungan, dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
Sejumlah pelaku industri bahkan meyakini dekade mendatang akan menjadi masa ekspansi besar-besaran robot humanoid. Jika tren saat ini terus berlanjut, keberadaan robot yang menyerupai manusia diperkirakan akan menjadi hal yang lumrah di berbagai sektor kehidupan.
Industri Robot Humanoid Tumbuh Sangat Cepat
Optimisme terhadap masa depan robot humanoid datang dari berbagai kalangan industri teknologi dan investasi. CEO SoftBank, Masayoshi Son, menilai robotika dan AI fisik menjadi salah satu bidang yang berpotensi melahirkan perusahaan bernilai triliunan dolar AS di masa depan.
Pandangan serupa muncul dari Kepala Riset Tematik FICC Barclays, Zornitza Todorova. Menurutnya, dunia saat ini tengah memasuki era baru perkembangan robotika.
“Robotika humanoid benar-benar berada dalam tren menanjak. Ukuran pasar saat ini memang sangat kecil, sekitar 2 hingga 3 miliar dolar, tapi kami melihatnya akan naik menjadi USD 200 miliar pada tahun 2035,” ujarnya.
Prediksi tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar dalam waktu kurang dari dua dekade. Seiring peningkatan kemampuan AI, robot humanoid diperkirakan akan semakin efisien dan mampu mengerjakan tugas yang lebih kompleks.
Menjawab Krisis Tenaga Kerja Global
Selain faktor teknologi, kebutuhan dunia terhadap tenaga kerja juga menjadi pendorong utama pertumbuhan robot humanoid.
Penuaan populasi di banyak negara, urbanisasi yang terus meningkat, serta perubahan minat generasi muda terhadap jenis pekerjaan tertentu menciptakan kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor. Kondisi ini membuka peluang besar bagi robot untuk mengisi posisi yang sulit dipenuhi manusia.
Menurut Todorova, saat ini robot humanoid sudah mampu menangani pekerjaan sederhana yang memiliki pola kerja jelas dan berulang.
“Mereka sudah melakukan tugas sederhana yang terdefinisi jelas seperti mengangkat kotak atau mengambil barang dari jalur perakitan, membantu mengisi peran di mana tidak banyak manusia bisa melakukan pekerjaan tersebut. Masih banyak yang harus dilakukan dan teknologinya berkembang sangat, sangat cepat,” katanya.
Ia menambahkan perkembangan teknologi saat ini baru berada pada tahap awal.
“Saya rasa kita di ambang transformasi, kita baru menyentuh permukaan dari apa yang bisa dilakukan robot humanoid. Seiring matangnya teknologi, serta model yang lebih baik dan lebih cepat dalam bereaksi secara real time, saya pikir kita akan melihat banyak aplikasi dalam peran yang lebih berorientasi pada layanan,” lanjutnya.
Dua Gelombang Besar Adopsi Robot
Laporan Barclays memproyeksikan adopsi robot humanoid akan berlangsung dalam dua fase utama.
Fase pertama berlangsung hingga sekitar tahun 2030. Pada periode ini, perusahaan manufaktur, logistik, pertanian, dan konstruksi diperkirakan menjadi pengguna terbesar robot humanoid. Lingkungan kerja yang membutuhkan aktivitas fisik berulang dan berisiko tinggi menjadi target utama penerapan teknologi tersebut.
Selanjutnya, fase kedua diperkirakan dimulai setelah tahun 2030. Pada tahap ini, robot humanoid akan masuk lebih dalam ke sektor layanan yang berinteraksi langsung dengan manusia.
Bidang kesehatan, perawatan lansia, pendidikan, hingga perhotelan diperkirakan menjadi sektor yang mengalami transformasi besar akibat kehadiran robot cerdas.
China Memimpin Persaingan Global
Di tengah meningkatnya persaingan industri robotika, China muncul sebagai salah satu pemain paling dominan.
Negara tersebut memasang hampir separuh robot industri yang beroperasi secara global. Jumlahnya mencapai hampir 300.000 unit, jauh melampaui Amerika Serikat yang berada di kisaran 34.000 unit.
Selain itu, China juga terus meningkatkan kepadatan penggunaan robot dalam industri. Saat ini terdapat hampir 500 robot untuk setiap 10.000 pekerja, atau meningkat sekitar 600 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Keunggulan lain terletak pada biaya produksi. Produsen China mampu membuat robot humanoid dengan harga sekitar USD 50.000, atau hampir setengah dari biaya yang harus dikeluarkan pesaing dari negara-negara Barat.
Robot Akan Hadir di Rumah dan Tempat Kerja
Manajer investasi Asian Income Fund, Jason Pidcock, memprediksi dunia akan mengalami perubahan besar dalam sepuluh tahun ke depan.
“Dalam 10 tahun ke depan, akan ada robot humanoid di mana-mana,” katanya.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya akan melihat robot di kawasan industri, tetapi juga di lingkungan rumah tangga.
“Anda mungkin akan memilikinya satu di rumah. Anda pasti akan punya teman atau anggota keluarga yang punya robot humanoid. Pabrik-pabrik akan dipenuhi oleh mereka. Angkatan bersenjata hingga departemen pemerintahan akan dipenuhi oleh mereka,” lanjut Pidcock.
Prediksi tersebut menunjukkan bahwa robot humanoid berpotensi menjadi bagian penting dari aktivitas manusia di masa depan, sama seperti komputer dan smartphone yang kini menjadi kebutuhan sehari-hari.
FAQ
Apa itu robot humanoid?
Robot humanoid adalah robot yang memiliki bentuk fisik dan pola gerakan menyerupai manusia sehingga dapat berinteraksi dan bekerja di lingkungan yang dirancang untuk manusia.
Mengapa robot humanoid berkembang pesat?
Kemajuan kecerdasan buatan, sensor, serta kebutuhan dunia terhadap tenaga kerja menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan robot humanoid.
Sektor apa yang paling cepat mengadopsi robot humanoid?
Manufaktur, logistik, pertanian, dan konstruksi menjadi sektor yang diperkirakan paling cepat memanfaatkan robot humanoid.
Kapan robot humanoid mulai banyak digunakan di sektor layanan?
Analis memperkirakan penggunaan secara luas di sektor kesehatan, pendidikan, perawatan lansia, dan perhotelan akan meningkat setelah tahun 2030.
Negara mana yang memimpin industri robot humanoid?
China saat ini menjadi salah satu pemimpin global dalam produksi dan penerapan robot humanoid berkat kapasitas manufaktur yang besar dan biaya produksi yang lebih rendah.(Tim)









