JAKARTA – Perkembangan mobil tanpa pengemudi kembali memunculkan pekerjaan yang tidak biasa di Amerika Serikat. Di tengah gencarnya perusahaan teknologi mengembangkan robotaxi, muncul satu jenis tugas sederhana namun nyata: menutup pintu mobil yang dibiarkan terbuka oleh penumpang atau sistem. Pekerjaan ini terlihat sepele, tetapi justru menunjukkan bahwa teknologi otonom belum sepenuhnya lepas dari campur tangan manusia.
Waymo, perusahaan pengembang kendaraan tanpa pengemudi, mulai melibatkan tenaga kerja manusia untuk menangani situasi kecil seperti pintu robotaxi yang tidak tertutup rapat. Tugas ini muncul dari kebutuhan operasional di lapangan, terutama ketika sistem otomatis belum mampu memastikan seluruh kondisi kendaraan kembali sempurna setelah layanan selesai digunakan.
Menariknya, pekerjaan ini tidak hanya muncul sebagai eksperimen teknis, tetapi juga berkembang menjadi peluang kerja baru di sektor ekonomi gig. Pekerja layanan berbasis aplikasi kini bisa menerima notifikasi tugas sederhana di sekitar area operasional robotaxi dan mendapatkan bayaran dari pekerjaan singkat tersebut.
Pekerjaan Baru dari Era Robotaxi
Di Atlanta, salah satu skema kerja melibatkan pekerja DoorDash yang biasanya mengantar makanan dan paket. Kini, mereka juga bisa menerima notifikasi tambahan ketika berada dekat dengan robotaxi Waymo yang pintunya terbuka. Setelah menerima notifikasi itu, pekerja dapat menuju lokasi kendaraan dan menutup pintu secara manual.
Skema ini memperlihatkan bagaimana ekosistem kerja gig mulai meluas. Pekerja tidak lagi hanya mengantarkan barang, tetapi juga menangani kebutuhan kecil dari sistem transportasi otomatis yang terus berkembang.
Waymo juga bekerja sama dengan perusahaan bantuan jalan raya Honk untuk menangani tugas serupa. Dalam sistem ini, pekerja mendapatkan bayaran yang berbeda tergantung platform yang digunakan.
Cara Kerja Sistem Penugasan
Sistem kerja ini berjalan melalui notifikasi berbasis lokasi. Ketika robotaxi mendeteksi kondisi pintu terbuka setelah selesai melayani penumpang, sistem akan mengirimkan pemberitahuan kepada pekerja yang berada di sekitar area tersebut.
Pekerja yang menerima tugas dapat langsung menuju lokasi kendaraan tanpa perlu proses panjang. Mereka hanya melakukan satu tindakan sederhana, yaitu memastikan pintu kendaraan tertutup dengan benar sebelum kendaraan kembali beroperasi.
Walaupun terlihat sederhana, sistem ini tetap membutuhkan koordinasi antara platform transportasi otonom dan tenaga kerja manusia yang tersebar di berbagai titik kota.
Bayaran dan Perbedaan Platform
Dari sisi kompensasi, pekerjaan ini memberikan penghasilan yang bervariasi. Pekerja DoorDash di Atlanta menerima sekitar US$11,25 atau sekitar Rp204 ribu untuk satu tugas penutupan pintu.
Sementara itu, kerja sama Waymo dengan Honk menawarkan bayaran lebih tinggi, yaitu sekitar US$24 atau sekitar Rp429 ribu untuk tugas yang sama.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa nilai pekerjaan tidak hanya bergantung pada durasi, tetapi juga pada platform, model kerja sama, serta tingkat urgensi operasional di lapangan.
Robotaxi dan Batas Teknologi Otomatis
Meski terlihat sebagai kemajuan teknologi, fenomena ini juga menyingkap batas nyata dari kendaraan otonom. Sistem masih menghadapi situasi kecil yang belum bisa sepenuhnya ditangani oleh kecerdasan buatan, termasuk hal sederhana seperti memastikan pintu tertutup sempurna.
Waymo sendiri menyebut pengembangan sistem otomatis masih terus berjalan. Perusahaan juga menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap tenaga manusia dalam tugas-tugas operasional kecil.
Namun di sisi lain, keterlibatan manusia masih menjadi bagian penting dari sistem keselamatan dan kelancaran layanan.
Seorang pejabat keselamatan Waymo, Mauricio Pena, menegaskan peran manusia dalam sistem otonom. Ia menyampaikan:
“Mereka memberikan panduan. Mereka tidak mengemudikan kendaraan dari jarak jauh. Waymo selalu memegang kendali atas tugas mengemudi dinamis,” ujarnya di hadapan Komite Senat AS, dikutip dari Straits Times.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa manusia belum sepenuhnya keluar dari ekosistem kendaraan tanpa pengemudi, terutama dalam kondisi tertentu yang membutuhkan keputusan cepat.
Dampak bagi Ekonomi Gig dan Masa Depan Pekerjaan
Kemunculan pekerjaan “penutup pintu robotaxi” memperluas definisi pekerjaan gig modern. Tugas singkat, berbasis lokasi, dan berbantuan aplikasi kini tidak hanya mencakup pengantaran barang atau makanan, tetapi juga layanan pendukung teknologi otomatis.
Di sisi lain, fenomena ini juga memicu pertanyaan tentang masa depan pekerjaan. Jika kendaraan otonom terus berkembang, sebagian pekerjaan manual mungkin akan berubah menjadi lebih kecil, lebih spesifik, atau bahkan sementara seperti kasus ini.
Namun untuk saat ini, justru muncul peluang baru yang mengisi celah antara teknologi otomatis dan kebutuhan nyata di lapangan.
FAQ
1. Apa itu pekerjaan penutup pintu robotaxi?
Ini adalah tugas sederhana untuk memastikan pintu kendaraan tanpa pengemudi tertutup setelah digunakan.
2. Siapa yang menjalankan pekerjaan ini?
Pekerja gig seperti DoorDash dan mitra layanan bantuan jalan raya seperti Honk.
3. Berapa bayaran tugas ini?
Sekitar US$11,25 hingga US$24 tergantung platform.
4. Apakah pekerjaan ini permanen?
Tidak. Waymo menyebut sistem otomatis penutup pintu masih dalam pengembangan.
5. Mengapa manusia masih dibutuhkan?
Karena sistem otonom belum sepenuhnya menangani semua kondisi kecil di lapangan.(Tim)









